LRT Jabodebek Bisa Dijajal Tahun Depan, Ini 3 Fakta Terkininya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 18:00 WIB
Operasi LRT Jabodebek mundur dari target. Awalnya ditargetkan bisa beroperasi di akhir 2021, namun kini mundur ke pertengahan 2022.
Foto: Grandyos Zafna

2. Fitur Unggulan LRT Jabodebek

Untuk menunjang kenyamanan para pelanggan saat berada di stasiun, stasiun LRT Jabodebek dilengkapi dengan fasilitas akses berupa eskalator, tangga, dan lift, toilet, ruang menyusui, musala, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), passenger announcement, dan CCTV.

Pemerintah dan KAI juga berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah disabilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas serta tactile. Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas menggunakan LRT Jabodebek.

Untuk mengoptimalkan layanan di stasiun, KAI sudah menyiapkan petugas yang siap sedia untuk melayani pelanggan. Petugas tersebut meliputi Pengawas Stasiun, petugas loket, passenger service, cleaning service, petugas kesehatan, dan petugas keamanan.

Dari sisi akses stasiun, stasiun LRT Jabodebek memiliki keunggulan karena akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum. Misalnya Stasiun Dukuh Atas, lokasinya berada di dekat Stasiun KRL Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun KA Bandara BNI City, halte Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya. Ada juga Stasiun Halim yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

"Stasiun-stasiun LRT Jabodebek terletak tidak jauh dari titik moda transportasi umum lainnya. Sehingga akan memudahkan pelanggan yang akan menggunakan transportasi umum lanjutan," kata Joni.

Selain itu guna memberikan kemudahan dalam menggunakan LRT nantinya masyarakat dapat memanfaatkan Kartu Uang Elektronik (KUE) Transportasi yang sudah ada misalnya KMT, Kartu Uang Elektronik ataupun dompet digital / e-wallet.

3. Rencana Tarif LRT Jabodebek

Tarif LRT Jabodebek rencananya dipatok Rp 12 ribu secara flat, alias jauh dekat harganya sama. Rencana ini telah sejak lama diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Joni menjelaskan saat ini pembahasan tarif terus dilakukan. Ada kemungkinan tarif LRT Jabodebek akan menjadi progresif maksudnya tarif akan disesuaikan dengan jarak. Pembahasannya sudah diajukan ke pihak Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Saat ini KAI sedang mengajukan usulan tarif progresif atau yang disesuaikan dengan jarak. Saat ini, sedang dalam tahap pembahasan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan," ujar Joni kepada detikcom.

Joni sendiri masih belum mau menjawab berapa rincian besaran tarif dan skema yang akan berlaku dengan sistem progresif ini. Mulai dari berapa tarif awalnya, tarif akan bertambah di setiap berapa kilo meter, dan berapa besaran penambahannya. "Semua masih dibahas di DJKA Kementerian Perhubungan," katanya.

Joni menjabarkan untuk tarif sebesar Rp 12 ribu merupakan penetapan tarif awal penyelenggaraan LRT Jabodebek yang ditetapkan pada Permenhub no 118 tahun 2017. Namun, penentuan tarif ini diusulkan untuk diubah.


(hal/eds)