Terkoneksi Multi Moda, Ini Bocoran Transit Naik Kereta Cepat JKT-BDG

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 15:38 WIB
Ini adalah render desain stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung
Foto: Dok. KCIC
Jakarta -

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa digunakan masyarakat mulai akhir tahun depan. Sebagai integrasi dengan moda transportasi lainnya, kereta cepat juga bakal terhubung dengan moda lain mulai dari bus rapid transit (BRT/Busway) sampai LRT.

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk koneksi di setiap stasiun.

Di Jakarta misalnya, tepatnya di Stasiun Halim Jakarta Timur, Mirza menjelaskan stasiun kereta cepat bakal terhubung moda transportasi umum lain seperti LRT Jabodebek dan BRT Transjakarta.

"Seperti di Halim saja, kereta cepat akan terkoneksi dengan LRT dan BRT," ungkap Mirza dalam Podcast Tolak Miskin detikcom.

Kemudian, di stasiun Tegalluar di Bandung, kereta cepat bakal terhubung dengan BRT hingga taksi. Sejauh ini prosesnya masih didiskusikan dengan pemerintah daerah untuk menghubungkan transportasi pubik yang ada di sana.

Di sisi lain, dia mengatakan pihaknya dan pemerintah daerah juga sedang mempersiapkan Stasiun Padalarang untuk menjadi tempat transit ke kereta cepat.

"Ke bandung itu akan dapat transit kereta cepat di Stasiun Padalarang, dia akan berpindah jadi seamless di Padalarang dan dapat lanjutkan ke Bandung dengan kereta api," papar Mirza.

Mirza juga mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengkaji harga tiket, meskipun sudah perkiraan sebelumnya tiket akan berkisar di angka Rp 300 ribu. Yang jelas pihaknya saat ini masih mencari harga yang tepat untuk tiket sesuai dengan melihat potensi demand penumpang dan juga keterjangkauan alias willingness to pay dari penumpang.

Dia juga mengatakan ada kemungkinan tiket akan terbagi menjadi dua, harga tiket langsung dari Jakarta ke stasiun paling ujung di Bandung. Satu lagi tiket bagi yang mau turun tidak stasiun paling ujung.

"Kita kan ada multi stop nih, berhenti di stasiun-stasiun, sudah ada beberapa titik stasiun. Sama ada juga pricing yang direct satu arah tanpa stop," ungkap Mirza.

(hal/eds)