APLog Kirim 200 Ton Alat & Material Pembangunan RS COVID-19 ke Merauke

Eqqi Syahputra - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 09:55 WIB
AP Logistik
Foto: AP Logistik
Jakarta -

PT Angkasa Pura Logistik (APLog), subsidiari PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan pengiriman bahan material dan peralatan untuk pembangunan RS Darurat COVID-19 Merauke pada 9 September hingga 24 September 2021 lalu. Pengiriman barang tersebut merupakan bentuk kerja sama antara APLog dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk sebagai perusahaan BUMN dalam rangka peningkatan fasilitas dan infrastruktur kesehatan di tanah Papua.

Pengiriman material dikirimkan melalui pesawat Boeing 737 dengan muatan sekitar 200 ton dengan 17x penerbangan. Rinciannya 8x penerbangan dari Surabaya tujuan Merauke dan 9x penerbangan dari Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Merauke.

Direktur Operasi APLog, Troficiendy mengatakan kegiatan pengiriman material tersebut dapat berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama antara APLog dengan PTPP, serta dukungan dari beberapa maskapai Trigana Air Services, Tri-MG Asia Airlines dan PT Jayawijaya Dirgantara Airlines.

"Pertama kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam penanganan pengiriman material RS Darurat COVID ke Merauke ini, berkat kolaborasi dan koordinasi yang baik sehingga pengiriman tersebut dapat berjalan lancar, semoga dapat membantu pemerintah dan program percepatan infrastruktur kesehatan nasional dalam penanganan COVID-19 khususnya di tanah Papua," ujar Troficiendy dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Pengiriman alat dan material yang digunakan untuk kepentingan umum bukan kali pertama bagi APLog. Pada awal September lalu, APLog turut berpartisipasi dalam kegiatan penanganan impor kargo vaksin di Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai perusahaan logistik nasional, APLog memiliki komitmen untuk terus hadir dan berpartisipasi serta mendukung kesuksesan program kesehatan nasional, terutama dalam rangka penanganan Pandemi COVID-19 di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit (RS) rujukan penanganan virus corona semakin menurun. Dalam skala nasional, rata-rata BOR RS sebesar 8% per Senin, 27 September 2021. Papua menjadi provinsi yang memiliki BOR RS tertinggi, yakni 21%. Meski demikian, persentasenya sudah berada di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 60%.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan fasilitas kesehatan dan kelengkapan rumah sakit darurat di beberapa kota di Papua terutama dalam hal akomodasi dan kelengkapan material untuk pembangunan rumah sakit darurat lainnya di tanah Papua tersebut.

(ncm/ega)