Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung, Kapan Dibuka untuk Umum?

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 18:19 WIB
Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Kapan terowongan tersebut dibuka untuk umum?

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan sementara ini, meskipun dari segi pembangunan sudah selesai namun belum diresmikan. Pihaknya akan menyerahkan Terowongan Silaturahmi kepada Kementerian Agama untuk memutuskan kapan dapat digunakan untuk umum.

"Kita serahkan ke Kemenag dan juga ada dengan DKI Jakarta. Nanti segera mudah-mudahan dimanfaatkan. Kalau Kemenag oke, kita serahkan ke Kemenag," kata Diana saat kunjungannya ke Terowongan Silaturahmi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2021).

Terowongan Silaturahmi memiliki panjang tunnel 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas terowongan area tunnel mencapai 136 meter persegi dan total luas shelter serta tunnel 226 meter persegi. Di dalam terowongan tersedia fasilitas tangga, lift untuk difabel, dan AC.

Kemudian, Terowongan Silaturahmi juga terintegrasi dengan tempat parkir (basement) yang memiliki kapasitas menampung hingga 500 mobil. Diana menuturkan, fasilitas tersebut dapat digunakan baik oleh jemaah Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral.

Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral RampungTerowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rampung Foto: Dok. Kementerian PUPR

Sementara itu, untuk arsitektur terowongan sendiri menggunakan gaya modern dengan dilapisi marmer dan bagian eksterior menggunakan material transparan sehingga masyarakat dapat melihat bangunan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Diana mengatakan, pembangunan Terowongan Silaturahmi menghabiskan anggaran Rp 37,8 miliar dimulai pada 15 Desember 2020 dan selesai 100% pada 20 September 2021 sesuai target Kementerian PUPR.

Tantangan terberat dalam pembangunan ini dirasakan saat menghadapi bangunan cagar budaya terutama Gereja Katedral, sehingga pihaknya berhati-hati dalam pengeboran agar tidak merusak cagar budaya.

"Katedral dibangun 1.800 an dan ini menggunakan pondasi dangkal, kalau kita membangun terowongan otomatis kan kita ngebor. Ini suatu tantangan buat kami yang melakukan pembangunan. Makanya dalam pelaksanaannya kita bener-bener cipta karya nggak bisa melakukan sendirian. Kami bersama-sama Direktorat Bina Marga," ujarnya.



Simak Video "Ma'ruf Salat Jumat di Istiqlal Lalu Tinjau Katedral"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)