Akses Air Minum Masih Terbatas, 4 Proyek SPAM Dibangun di 2022

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 20:30 WIB
Kementerian PUPR membangun 3 Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Ilustrasi/Foto: Pool/Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pemerintah akan meneruskan rencana pembangunan empat proyek air minum atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tahun 2022. Seperti diketahui, penyediaan air minum merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, proyek air minum tersebut merupakan salah satu prioritas tahun depan. Hal itu bersamaan dengan target 100% akses air minum di tahun 2024 baru tercapai 89%.

"Iya pembangunan air minum tahun depan saya akan tetap lakukan karena itu adalah prioritas fokusnya Dirjen Cipta Karya, air minum dan juga sanitasi. Dan ini tentunya untuk mengejar target yang 100%," kata Diana saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2021).

Dia mengatakan, saat ini akses air minum masih sangat terbatas, sehingga pihaknya mendahulukan proyek air minum dan sanitasi.

"Karena air minum masih sangat terbatas hingga kita upayakan untuk mengarah air minum dan sanitasi terlebih dahulu," ujarnya.

Dari segi anggaran, Diana menuturkan mengalami penurunan dari sebelumnya. Di tahun 2022, Dirjen Cipta Karya mendapatkan anggaran Rp 12,5 triliun dan khusus untuk air minum sekitar Rp 2,3 triliun, lalu Rp 2,08 triliun untuk sektor sanitasi.

"Penurunan banyak, karena situasi dan kondisi yang ada di Indonesia kali ya. Karena semua turun tidak hanya PUPR, (Rp 2,3 triliun untuk SPAM) tapi ini kan masih rencana kalau nanti di dalam pelaksanaannya ada tambah-tambahan lagi kan kita belum tahu. Itu belum dengan DAK dan lain-lain kalau ini hanya murni APBN," jelasnya.

Dalam catatan detikcom, RPJMN 2020-2024 mengamanatkan 100% akses air minum layak, termasuk 15 persen akses air minum aman, serta 30 persen akses air minum perpipaan. Rencana lima tahunan tersebut juga menargetkan 90 persen akses sanitasi layak, termasuk 15% akses sanitasi aman, serta nol persen Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Beberapa proyek air minum yang sudah ada alokasi anggarannya melalui pinjaman dan atau hibah luar negeri (PHLN) meliputi SPAM Huntap Tondo 1, Tondo 2 dan Talise Kota Palu, SPAM Huntap Pombewe Kabupaten Sigi (Sulteng), SPAM IKK Barombong Kabupaten Gowa (Gorontalo) dan SPAM Regional Wosusokas (Jateng).

Ditjen Cipta Karya PUPR memfokuskan untuk pembangunan SPAM 110 liter/detik, ada PHLN dan MYC (multi-years contract). Kemudian perluasan SPAM 12.800 SR (sambungan rumah) untuk PHLN, MYC, dan kegiatan baru, juga SPAM yang berbasis masyarakat untuk 210.400 SR.



Simak Video "Kementerian PUPR Bangun 15 Tower Tambahan untuk Atlet PON Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)