Ada Pelabuhan Patimban, Angkutan Logistik Jawa-Kalimantan Bakal Meningkat

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 22:43 WIB
700 mobil dikirim ke Medan via Pelabuhan Patimban
Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub: 700 mobil dikirim ke Medan via Pelabuhan Patimban
Jakarta -

Pelabuhan Patimban menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang. Sejak diresmikan pada tanggal 20 Desember tahun 2020 lalu, Pelabuhan terus mengalami peningkatan layanan.

Dengan adanya Pelabuhan Patimban, pihak Pelabuhan mengklaim akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa dan Sumatera serta Pulau Kalimantan yang sebelumnya hanya terfokus di lintasan Merak-Bakauheni.

Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan terus melakukan upaya optimalisasi di Pelabuhan Patimban.

Sementara ini, Pelabuhan yang berada di Subang,Jawa Barat tersebut telah melayani pengiriman domestik untuk otomotif ke Batam dan Belawan, dan Long Distance Ferry (LDF) dengan rute Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak, pulang pergi.

"Saat ini pengiriman otomotif di Pelabuhan Patimban baru domestik saja dan dilayani oleh 5 (lima) operator kapal. Ditargetkan awal Desember 2021 akan mulai melayani ekspor otomotif ke Timur Tengah," kata Subagiyo, dalam keterangan tertulis Kamis (4/11/2021).

Subagiyo menjelaskan tujuan utama pembangunan Pelabuhan Patimban memang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja ekspor industri dalam negeri, khususnya sektor otomotif. Untuk memudahkan dan meningkatkan pengiriman mobil dalam bentuk jadi atau Completely Built Up (CBU) dari industri di sekitar Karawang lebih efisien melalui Pelabuhan Patimban. Baik untuk ke pasar ekspor maupun dalam negeri.

Pelabuhan Patimban berada di wilayah strategis dan dekat dengan pusat sektor otomotif nasional, serta kapasitas terminal Pelabuhan Patimban di Fase 1-1 mencapai 218.000 CBU/tahun dan 250.000 TEUs per tahun.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik