Tak Cuma Patimban, Jepang Bidik 5 Proyek Pelabuhan di RI

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 08:15 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Pelabuhan Patimban/Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertolak ke Jepang untuk meningkatkan kerja sama dan investasi. Dia mengatakan, ada banyak proyek yang dibicarakan dengan Pemerintah Jepang, salah satunya mengenai proyek-proyek di pelabuhan.

"Dalam konteks Indonesia-Jepang beberapa proyek yang kita kerja samakan cukup banyak dan hal ini menunjukkan perhatian dari Jepang dan kita lihat perkembangannya juga sangat menggembirakan," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/9/2021).

Selain Patimban, Budi juga menawarkan beberapa proyek pelabuhan mulai dari Pelabuhan Ambon sampai pelabuhan Batam. Budi mengatakan, di Ambon akan dibangun pelabuhan perikanan dan kargo.

"Kami juga membahas pelabuhan Ambon yang ada di Indonesia bagian timur dan itu adalah pelabuhan perikanan dan kargo. Pelabuhan di Palembang berkaitan dengan kargo, oil dan gas. Di Natuna di mana di situ nanti ada industri perikanan, di Gorontalo pelabuhan yang akan berkolaborasi dengan pertanian, dan Batam ada ide untuk menyatukan pelabuhan yang ada di Batam menjadi satu," paparnya.

Jepang diketahui sudah menjalin kerja sama dengan Indonesia di proyek sebelumnya seperti Pelabuhan Patimban dan MRT Fase 2. Budi mengatakan, untuk Pelabuhan Patimban, Jepang mendukung optimalisasi pelabuhan patimban, mengajak perusahan otomotif dan operator asal Jepang untuk memanfaatkan Patimban.

"Mendukung dan membuat konsorsium bersama Indonesia dan ini juga akan membuat suatu ekosistem yang baik di Indonesia. Kali ini kita membutuhkan dukungan dari pemerintah Jepang dan kami juga me-lobby pemerintah Kepang agar TKDN itu makin ditingkatkan dan kita harapkan pada fase-fase pekerjaan yang ada di Patimban akan menimbulkan efesiensi apabila menggunakan TKDN," imbuhnya.

Berkaitan dengan proyek MRT, Budi menginginkan proyek tersebut dapat dilakukan dengan cepat. "Karena kita ingin proyek monumental ini akan terus memberikan suatu arti bagi Indonesia dengan Jepang," tuturnya.

Budi juga sempat mengutarakan proyek pembuatan proving ground di Bekasi, Jawa Barat di momen kunjungannya tersebut. Yaitu proyek yang diwacanakan akan menjadi tempat pengujian kendaraan terbesar di ASEAN. Dia mengatakan, pemerintah Jepang merespons dengan baik.

"Saya juga gembira mereka merespons dengan baik dan ini menunjukkan bahwa kita memulai suatu kapasitas dalam rangka untuk mengekspor mobil kita tidak perlu lagi melakukan uji tipe di luar negeri," tutupnya.

(ara/ara)