Bandara Sydney Mau Dijual Rp 248 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 19:30 WIB
Bandara Sydney Kian Padat, Larangan Beroperasi Malam Perlu Ditinjau
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pengelola Bandara Sydney menyetujui pembelian bandara sebesar US$ 17,5 miliar setara Rp 248,5 triliun (kurs Rp 14.200) dari sekelompok investor. Jika selesai, kesepakatan itu akan menjadi salah satu pembelian terbesar di Australia.

Kesepakatan itu muncul setelah Sydney Aviation Alliance (SAA) menaikkan tawarannya. Namun, penjualan disebut masih akan menghadapi sejumlah kendala, yang berarti prosesnya masih bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan.

"Dewan Bandara Sydney percaya hasilnya mencerminkan nilai jangka panjang yang sesuai untuk bandara, dan dengan suara bulat merekomendasikan proposal kepada pemegang keamanan, tunduk pada kondisi adat seperti persetujuan ahli independen dan tidak ada proposal superior," kata Pimpinan Bandara Sydney David Gonski, dikutip dari BBC, Senin (8/11/2021).

Tantangan dari kesepakatan tersebut, termasuk laporan independen tentang pengambilalihan. Kemudian, membutuhkan persetujuan dari tiga seperempat pemegang saham bandara, serta lampu hijau dari regulator Australia.

Dewan Bandara Sydney mengatakan pihaknya berencana untuk mengadakan pertemuan tentang kesepakatan ini pada kuartal pertama tahun 2022.

Sementara, penjualan bandara ini di waktu yang sama saat pemerintah Australia baru saja membuka penerbangan Internasional.

Mulai awal November, pengunjung luar negeri yang divaksinasi penuh telah diizinkan memasuki dua negara bagian terbesar Australia tanpa perlu karantina untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu setengah tahun. Jutaan orang Australia juga sekarang dapat bepergian ke luar negeri dengan bebas.

(dna/dna)