Kereta Cepat Disebut Tak Balik Modal Sampai Kiamat, Benar Nggak Pak Erick?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 12:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Jakarta -

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung jadi sorotan, salah satunya datang dari ekonom senior Faisal Basri. Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut Faisal sebagai proyek yang kurang menguntungkan, bahkan sampai kiamat pun tidak akan balik modal.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara soal komentar Faisal Basri tersebut. Erick mengatakan infrastruktur memang akan lama pengembalian investasinya. Bahkan Erick bilang, bisa jadi manfaat dari kereta cepat ini bisa jadi dirasakan oleh generasi berikutnya.

"Kalau infrastruktur konteksnya memang lama ya. Mungkin yang rasakan setelah kita meninggal, anak atau cucu kita," ungkap Erick dalam acara Kick Andy Show, dikutip Senin (15/11/2021).

Erick pun mengatakan pernyataan Faisal Basri tak sepenuhnya salah, hanya saja ada perbedaan persepsi antara permintaan dan penawaran antara pihaknya dan Faisal Basri.

"Saya nggak bilang statement pengamat itu salah, tapi ada persepsi antara pola pikir berbeda antara pemikiran supply dan demand," ungkap Erick.

"Nah ini jadi kontroversi saya nggak mau debat ekonomi , saya kerja bukan ahli ekonomi," lanjutnya.

Namun, Erick bilang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap harus berjalan dan diselesaikan. Saat dirinya menjabat saja, proyek ini sudah berjalan hingga 60%, sudah banyak uang yang dikeluarkan pada proyek ini akan sangat mubazir bila harus dihentikan.

Dia mengatakan banyak cara untuk membuat proyek ini menguntungkan. Misalnya saja, kereta dijadikan sebagai pengangkut barang.

"Cuma kereta cepat ini dilihat harus diselesaikan dan banyak cara yang bisa dilakukan. Kereta yang ada hari ini bisa jadi kereta barang misalnya kita nggak ada lho kereta barang logistik," ungkap Erick.



Simak Video "Kereta Cepat JKT-BDG Kini Dibiayai APBN, PKS: Belum Tentu Manfaat"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ara)