Bukan Sulap Bukan Sihir, Tugu Jam Thamrin 'Geser' ke Monas

ADVERTISEMENT

Bukan Sulap Bukan Sihir, Tugu Jam Thamrin 'Geser' ke Monas

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 15:54 WIB
Tugu Jam Thamrin dikabarkan akan direlokasi. Hal itu dilakukan terkait dengan pembangunan MRT fase 2 segmen 1 rute Bundaran HI-Monas.
Foto Tugu Jam Thamrin (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Tugu Jam Thamrin di Jakarta Pusat hilang sejak tadi malam. Tugu yang menjadi cagar budaya Jakarta itu hilang bukan karena dicuri melainkan sengaja dipindahkan.

Pemindahan Tugu Jam Thamrin dilakukan karena dilintasi proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A. Tepat di bawah tugu itu juga menjadi lokasi Stasiun MRT Thamrin nantinya.

"Kenapa dia harus dipindahin karena dia letaknya tetap di atas struktur dari stasiun Thamrin. Kita pada saat bangun kan harus digali. Makannya dia kita pindahin dulu," kata Direktur Konstruksi MRt Jakarta Silvia Halim, Selasa (30/11/2021).

Nantinya setelah proses pembangunan Stasiun MRT Thamrin, tugu itu akan dikembalikan di lokasi semula. Silvia juga mengatakan bahwa nantinya struktur atap Stasiun MRT Thamrin akan diperkuat agar bisa menopang Tugu Jam Thamrin tersebut.

Silvia menjelaskan, pemindahan Tugu Jam Thamrin dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama memindahkan puncak tugu yang terdapat jam besar. Tahap pertama ini baru selesai dilakukan tadi malam,.

"Tadi malam dimulai dan subuh tadi selesai," ucapnya.

Tahap kedua dilakukan pemindahan tiang utama dan sebagian atap pos Polisi. Tahapan ini akan dilakukan malam nanti.

Kemudian tahapan terakhir akan dilakukan pemindahan pos Polisinya beserta dengan fondasi tugu tersebut. Ditargetkan proses pemindahan Tugu Jam Thamrin ini selesai pada pertengahan Desember 2021.

Nah Tugu Jam Thamrin ini akan dipindahkan sementara ke Monas. Selama masa pemindahan juga perawatan tetap akan dilakukan seperti biasanya oleh Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta untuk mekanikal jam. Perawatan untuk struktural tugu juga dilakukan oleh kontraktor proyek MRT Jakarta Fase 2A.

"Ya kita sama-sama tahu alat mekanik kalau tidak dinyalain akan cepat rusak. Makanya mesinnya akan tetap difungsikan, dan perawatan akan tetap berjalan sebagaimana biasanya oleh Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta," tutupnya.

(das/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT