Daftar Jalan Tol yang Bisa Dilewati Libur Natal-Tahun Baru 2022

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 08:00 WIB
Selangkah lagi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bakal bisa ditempuh penuh lewat jalan tol. Jalan akses langsung ke jalan tol ditargetkan selesai bulan September 2021.
Ilustrasi/Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan jalan tol dan jalan nasional di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI pada Rabu, (1/12) lalu.

"Dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang, kesiapan dari Kementerian PUPR diantaranya jalan tol di Pulau Jawa yang operasional sepanjang 1.629 km. Disiapkan juga 92 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Jalan Tol Trans Jawa yang terdiri dari 54 TIP A, 30 TIP B, dan 8 TIP C," katanya.

Ruas jalan nasional di Pulau Jawa yang siap digunakan sepanjang 5.026 km, yaitu Lintas Utara Jawa sepanjang 1.341 km (mantap 92%), Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 km (mantap 95%), Lintas Selatan Jawa sepanjang 888 km (mantap 97%), dan Pantai Selatan dan sepanjang Jawa 1.599 km (mantap 93%).

Sedangkan di Pulau Bali disiapkan Jalan Tol Bali-Mandara operasional sepanjang 10,07 km dan Jalan Batas Kota Singaraja-Mengwitani sepanjang 3,5 km.

Terdapat 11 ruas jalan tol tambahan di Pulau Jawa yang siap digunakan. Berikut daftarnya

  • Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin - Kayu Manis) 3 km
  • Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung - Telaga Asih) 2,6 km
  • Serpong-Cinere Seksi 1 (Serpong IC - Pamulang IC)
  • Cengkareng-Kunciran 14,19 km
  • Cimanggis - Cibitung Seksi 1A (Cimanggis - Jatikarya) 3,17 km
  • Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi 1A (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Jatiwaringin) 1,17 km
  • Jakarta Cikampek Selatan (SS Sadang - SS Kutanegara) 8,6 km
  • On/Off Ramp Km 42+500 Jalan Tol Jagorawi
  • SS Bojong Pekalongan Jalan Tol Pemalang - Batang
  • Cisumdawu seksi 1,2 & 3 32,6 km
  • Serang - Panimbang seksi I (Serang - Rangkas Bitung) 26,5 km

Kemudian Pulau Sumatra Jalan Tol Trans Sumatera yang operasional sepanjang 673 km. Berikut daftarnya:

  • Bakauheni - Terbanggi Besar 140 km
  • Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung 189 km
  • Kayu Agung - Palembang - Betung (Kayu Agung - SS Kramasan) 38 km
  • Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi 62 km
  • Belawan - Medan - Tanjung Morawa 43 km
  • Palembang - Indralaya 22 km
  • Pekanbaru - Dumai 132 km
  • Medan - Binjai 18 km
  • Sigli - Banda Aceh (Seksi 4 Indrapura - Blang Bintang) 30 km

Disiapkan juga TIP di Jalan Tol Trans Sumatera sejumlah 23 TIP (20 TIP A, dan 3 TIP B) terdiri dari 8 TIP di Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, 9 TIP di Ruas Terbanggi - Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung, 2 TIP di Ruas Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi, 4 TIP di Ruas Pekanbaru - Dumai. Untuk ruas jalan nasional yang siap digunakan di pulau Sumatera sepanjang 7.918 km diantaranya Jalan Lintas Barat sepanjang 2.562 km (mantap 97%), Jalan Lintas Timur sepanjang 3.019 km (mantap 95%), dan Jalan Lintas Tengah sepanjang 2.338 km (mantap 93%).

Jalan tol yang operasional di Pulau Sulawesi dan Kalimantan antara lain Balikpapan - Samarinda 97,3 km, Manado - Bitung (Manado - Danowudu) 26,4 km, Ujung Pandang/Makassar Seksi 1-3 10,1 km, dan Ujung Pandang/Makassar Seksi 4 11,6 km. Semua ruas jalan nasional di Pulau Kalimantan dan Sulawesi secara umum dalam kondisi mantap.

John mengungkapkan untuk peningkatan layanan transaksi, akan disediakan juga mobile reader, mobile top up, dan penjualan kartu perdana uang elektronik pada GT dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

Pada ruas-ruas rawan kemacetan, akan disediakan 37 toilet cabin, 26 unit mobil tangki air, 10 bis toilet, 20 unit vacum tinja, dan 34 hidran umum di lokasi rest area jalan tol dan ruas jalan nasional. Sistem contra flow/one way/buka-tutup jalan tol akan diterapkan secara kondisional berdasarkan pemantauan lalu lintas di lapangan (CCTV/RTMS) dan/atau sesuai pengaturan Korlantas-Polri.

"Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Tim Tanggap Bencana akan siap siaga pada titik-titik rawan bencana seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor. Disiapkan juga Posko Siaga Sapta Taruna Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang tersebar di jaringan jalan nasional di seluruh Indonesia. Kementerian PUPR akan terus berkoordinasi dengan Kemenhub, Korlantas, BMKG, BUJT dan K/L lain yang terkait untuk mengantisipasi peningkatan penumpang menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," ujarnya.

(eds/eds)