Halo, Anker! Ada Stasiun KRL Baru Nih Arah Serpong, Ini Lokasinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 16:09 WIB
Pembangunan jalur layang Bogor Line di Stasiun Manggarai sudah selesai. Fasilitas ini pun sudah bisa digunakan oleh penumpang KRL.
Ilustrasi/Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Stasiun baru akan dibangun pada rute KRL arah Serpong. Stasiun tersebut berada di antara Stasiun Parung Panjang eksisting dan Stasiun Cilejit.

Rencana pembangunan stasiun ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Perum Perumnas dengan PT KAI (Persero) tentang Pembangunan Stasiun Baru di lokasi Perumahan Perumnas Samesta Parayasa Bogor. Penandatanganan MoU ini dilakukan antara Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Kerja sama tersebut merupakan lanjutan atas kerja sama sebelumnya dalam rangka mendukung program Satu Juta Rumah melalui pembangunan hunian terintegrasi transportasi KRL Jabodetabek.

"Diawali dengan dikembangkannya konsep hunian highrise terintegrasi transportasi dengan skema optimalisasi lahan idle PT KAI yang berlokasi di Stasiun Tanjung Barat Jakarta, Stasiun Pondok Cina Depok dan Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, kemudian dilanjut dengan konsep hunian terintegrasi lainnya yang menyasar hunian tapak," tutur Budi dalam keterangannya, Jumat (10/12/2021).

Budi menjelaskan, dalam rangka mengintegrasikan perumahan Perumnas yang berlokasi di Parung Panjang Bogor yaitu Samesta Parayasa dengan transportasi umum KRL Jabodetabek, pembangunan stasiun baru yang berada di area perumahan Samesta Parayasa pun akan segera disiapkan. Lokasi stasiun baru yang dibangun akan berada tepat di kawasan perumahan Samesta Parayasa dan berada di antara stasiun eksisting terdekat yaitu Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Cilejit.

"Dengan total hunian sebanyak 12.100 unit di atas lahan sekitar 200 ha, penghuni Samesta Parayasa akan mudah berpergian menggunakan moda transportasi KRL yang tepat berada di area huniannya," tutur Budi.

(acd/eds)