Terpopuler Sepekan

Heboh Pilar Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Ambruk, Kok Bisa Sih?

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 11:45 WIB
Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terus dikebut. PT KCIC pun mengklaim progres pembangunan proyek kereta cepat itu sudah mencapai 77,92 persen.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sempat viral video kecelakaan kerja saat pembongkaran pilar proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pun memberikan penjelasan.

Pihaknya tak mentolerir kesalahan konstruksi melebihi dari yang dipersyaratkan. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam keterangan tertulis.

"PT KCIC tidak mentolerir adanya kesalahan konstruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (8/12/2021).

Dalam penjelasan perusahaan, Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pier (pilar) di DK46 dan menginstruksikan kontraktor melakukan rework serta membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan.

SOP Engineering terkait dengan pembongkaran pier untuk rework sudah ditetapkan termasuk aspek keselamatan konstruksinya. Namun berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KCIC didapatkan bahwa kontraktor melanggar SOP tersebut sehingga timbul kejadian seperti yang ada di dalam video.

Pasca kejadian pembongkaran pier KCJB di DK46, Teluk Jambe, Kabupaten Karawang yang dilakukan tanpa SOP Konstruksi yang benar sehingga menimpa ekskavator (5/12), PT KCIC langsung memanggil, melakukan investigasi dan memberikan teguran langsung kepada kontraktor terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

"Betul adanya bahwa saat dilakukan pekerjaan Rework pembongkaran pier, kontraktor lalai dalam melaksanakan SOP sehingga pier menimpa ekskavator yang digunakan. Kami langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," jelas Dwiyana.

Dwiyana menambahkan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. "Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Operator yang menjalankan ekskavator berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum reruntuhan menimpa" tambahnya.

"Tim Konstruksi dan SSHE PT KCIC sedang melakukan investigasi mendalam terkait kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan semua pihak yang bekerja pada proyek KCJB agar lebih memperhatikan SOP Konstruksi sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Hasil dari investigasi tersebut akan langsung dilaporkan kepada tim KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan, dan Terowongan Jalan) dan K2K (Komite Keselamatan Konstruksi) Kementerian PUPR," sambungnya.

Dia mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian serius. Dia menuturkan, investigasi sedang berlangsung dan sedang menunggu hasilnya.

"Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Kami. Investigasi mendalam langsung dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya. Kami juga langsung berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan proyek KCJB untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja dan melaksanakan SOP sebaik mungkin," tutupnya

(eds/eds)