Sumur Resapan Panen Kritik, Apa Saja Proyek Penangkal Banjir Jakarta?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Des 2021 14:07 WIB
Sumur resapan di Jl Intan, Cilandak, Jakarta Selatan, 18 Desember 2021, sore. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Foto: Sumur resapan di Jl Intan, Cilandak, Jakarta Selatan, 18 Desember 2021, sore. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Pembuatan sumur resapan di Jakarta menuai kontroversi. Proyek yang dinilai bisa mengendalikan banjir di Jakarta ini justru malah dinilai tidak efektif.

Masalah efektivitas pengendalian banjir, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria hal itu tak bisa hanya dilihat melalui satu program saja, dalam hal ini maksudnya sumur resapan. Masih banyak menurutnya bentuk pengendali banjir yang dilakukan.

"Terkait efektivitas program pengendalian banjir pencegahan itu kan banyak sekali, tidak hanya sumur resapan tapi ada juga gerebek lumpur, pengerukan, pompa, polder, pembuatan, waduk, normalisasi dan naturalisasi, pembuatan tanggul dan sebagainya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/11/2021).

Riza memandang sumur resapan hanya satu dari banyak program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan bencana banjir. Menurutnya, efek dari pembangunan sumur resapan baru bisa dirasakan dalam 2 tahun belakangan.

Kritik terkait sumur resapan salah satunya datang dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan. Dia menilai pembangunan sumur resapan di atas trotoar sepanjang Jalan Raden Said Soekanto di dekat Kanal Banjir Timur (KBT) salah tempat.

"Melihat pembuatan sumur resapan yang lucu dan tidak berfungsi ini tidak tepat sasaran tempatnya. Posisi sumur resapan justru tidak berfungsi sebagai tempat meresapnya air hujan. Justru yang terjadi adalah air tetap tergenang dan sumur resapan tidak ada gunanya," kata Azas Tigor kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Azas mengatakan kawasan KBT tak perlu dilengkapi sumur resapan. Menurutnya, KBT bisa difungsikan sebagai tempat penampungan air hujan.

"Tidak perlu lagi membuat sumur resapan di sekitar sungai BKT karena sudah ada BKT sebagai tempat menampung dan menyalurkan air," jelas Azas Tigor.

Jakarta sendiri sebetulnya sudah memiliki berbagai proyek penangkal banjir. Mulai dari hulu hingga hilir. Dirangkum detikcom, Minggu (19/12/2021), penangkal banjir Jakarta di bagian hulu dimulai dari pembangunan dua bendungan di daerah Bogor sebagai pengatur debit air ke Jakarta.

Lanjutkan membaca -->



Simak Video "Heboh Harga Sumur Resapan Rp 80 Juta Per Unit, Ini Kata Pemrov DKI"
[Gambas:Video 20detik]