Sosrobahu di Proyek Tol Paling Rumit se-Indonesia

Dana Aditiasari - detikFinance
Minggu, 19 Des 2021 20:14 WIB
Teknologi sosrobahu yang ciptaan Tjokorda Raka Sukawati pulang kampung. Teknologi ini digunakan lagi di dalam negeri setelah bertahun-tahun tak digunakan di Indonesia.
Foto: Pemegang Paten Teknologi Sosrobahu (istimewa)
Jakarta -

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Japek layang sepanjang 38 km bisa jadi salah satu proyek konstruksi paling rumit yang pernah dikerjakan di Indonesia. Bagaimana tidak, proyek ini dikerjakan di tengah-tengah jalan tol yang kepadatannya super tinggi dan hanya punya waktu kurang dari tiga tahun untuk diselesaikan.

Tak cuma itu, tol layang terpanjang di Indonesia ini juga dikerjakan di wilayah yang juga tengah ramai pekerjaan konstruksi dua proyek raksasa di Cikampek, yakni kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. Praktisnya, pengerjaan tol layang ini dikebut di antara dua proyek raksasa dan lalu lintas tol Japek eksisting yang super padat.

Lalu, apa rahasianya pembangunan tol ini bisa dikebut dengan medan yang sulit tadi?

Direktur Citra Angkas Persada, Suharno mengatakan, teknologi Sosro Bahu menjadi rahasia konstruksi tol Japek layang bisa dikebut di medan yang super padat. Teknologi Sosrobahu merupakan hasil karya anak bangsa bernama Tjokorda Raka Sukawati.

Teknologi Sosrobahu merupakan suatu teknologi yang sangat diperlukan dalam mengatasi kesulitan membangun konstruksi jalan di atas jalan yang sudah beroperasi dan padat volume kendaraan seperti halnya di Tol Japek layang.

Secara teknis, teknologi sosorobahu dijelaskan sebagai engesl putar yang dipasang antara tiag dan kepala tiang (pier head). Engsel ini memungkinkan pierhead yang bobotnya berton-ton bisa diputar dengan mudah.

Dengan Teknologi Sosrobahu, pembuatan pier head bisa dilakukan sejajar garis jalan sehingga tidak memerlukan ruang bebas yang luas ketika proses pengecorannya. Hal ini memungkinkan lalulintas di bawahnya bisa tetap berjalan meski kegiatan konstruksi sedang berlangsung.

Bila memakai teknik konstruksi konvensional, dipastikan sebagian besar lajur jalan akan ditutup dan membuat kemacetan jalan lebih padat.

"Ini adalah teknologi karya anak bangsa yang sangat bermanfaat dalam dunia konstruksi nasional. Teknologi ini juga sudah mendunia," kata Suharno saat menerima penghargaan belum lama ini.

Suharno sendiri saat ini merupakan pemegang paten atas teknologi Sosrobahu tersebut.

Bersambung ke halaman selanjutnya.