Ramai Temuan Rel Trem di Proyek MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 25 Des 2021 16:15 WIB
Begini kondisi proyek MRT Fase II di Kawasan Glodok, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Proyek yang berada di tengah jalan ini kerap menimbulkan kemacetan.
Proyek MRT Fase II di Kawasan Glodok/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ramai di media sosial terkait temuan diduga rel trem di lokasi proyek MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota. Temuan rel tersebut tampak terkubur beton.

Arkeolog Senior Candrian Attahiyat mengungkapkan memang jalur trem di kawasan Glodok itu dulunya ditutup dan dilapisi aspal.

"Dulu kalau pembongkaran trem itu dikabarkan akan menelan biaya yang lebih banyak lagi, makanya dulu ditutup saja dan dilapisi aspal agar lebih efektif," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/12/2021).

Candrian mengungkapkan, penutupan rel tersebut agar jalan di wilayah tersebut bisa sejajar dan rel tidak timbul ke atas aspal. Trem di Jakarta ada sejak tahun 1950an dan berakhir pada 1962. Nah pada periode tahun 50an trem diakuisisi oleh PPD dan menjadi kendaraan, bus dan lain-lain.

Trem di Jakarta dulunya digunakan oleh orang-orang yang bekerja di perkotaan. Sedangkan untuk warga yang tinggal di kampung menggunakan moda transportasi lainnya. Saat itu trem merupakan kendaraan yang paling efektif karena bisa mengangkut banyak orang sekaligus.

Bagaimana sejarah trem di Jakarta? Cek halaman berikutnya.



Simak Video "Rumitnya Proses Relokasi Tugu Jam Thamrin Demi Pembangunan MRT"
[Gambas:Video 20detik]