ADVERTISEMENT

MRT Pasang Alat Pantau Tanah, Ada Rekayasa Lalin Thamrin Mulai 3 Januari

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 16:42 WIB
Foto udara pembangunan proyek MRT Fase 2 segmen CP203 Glodok - Kota di Kawasan Glodok, Jakarta, Minggu (19/12/2021). PT MRT Jakarta (Perseroda) pada proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 segmen Glodok-Kota menerapkan skema rekayasa lalu lintas untuk memperlancar pembangunan konstruksi terowongan sepanjang 690 meter dengan total panjang jalur 1,4 kilometer mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Foto: Antara Foto/Galih Pradipta
Jakarta -

PT MRT Jakarta akan memasang alat monitoring atau pengawas untuk memantau perilaku permukaan tanah. Alat itu diklaim dapat memitigasi risiko pergerakan atau penurunan tanah dalam proses pengeboran terowongan jalur MRT.

Alat ini dipasang untuk menjaga kegiatan konstruksi dapat berlangsung dengan aman. Instrumen-instrumen untuk pekerjaan monitoring tersebut akan ditanam di dalam perkerasan Jalan Thamrin sepanjang jalur terowongan CP 201 atau Bundaran HI ke Harmoni.

"Pemasangan ini merupakan bagian dari komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk menerapkan dan memprioritaskan aspek safety, health, environment, and security (SHES) sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku selama pekerjaan konstruksi berlangsung," ungkap Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendi Alhial dalam keterangannya, Jumat (31/12/2021).

Pemasangan alat monitoring ini memerlukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk mendukung pekerjaan yang dilakukan.Rendi menjelaskan rekayasa lalu lintas akan dilakukan dalam dua periode, yaitu 3 Januari 2022 sampai dengan 16 Januari 2022 dan periode 28 Februari sampai dengan 1 Mei 2022.

Rendi menjelaskan untuk area kerja Bundaran Hotel Indonesia rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada periode 3 Januari - 13 Maret 2022. Lokasi pemasangan instrumen monitoring memerlukan waktu okupansi kurang lebih satu minggu. Pemasangan ini akan mengurangi satu lajur mix traffic sisi timur (arah Blok M) dan sisi barat (arah Kota).

Kemudian, untuk area kerja Stasiun Thamrin sisi selatan pemasangan alat pantau akan dilakukan pada periode 28 Maret - 3 April 2022. Lokasi pemasangan instrumen monitoring memerlukan waktu okupansi kurang lebih satu minggu dengan mengurangi satu lajur kendaraan reguler sisi barat (arah Kota) didepan Gedung BPPT.

Yang terakhir di area kerja Stasiun Thamrin sisi utara yang akan dilakukan pada periode 4 April - 1 Mei 2022, di area kerja Stasiun Thamrin sisi utara. Lokasi pemasangan instrumen monitoring memerlukan waktu okupansi kurang lebih satu minggu. Pemasangan akan mengurangi satu lajur kendaraan reguler sisi selatan Bundaran Air Mancur Thamrin.

Alat ini dipasang untuk menjaga kegiatan konstruksi dapat berlangsung dengan aman.



Simak Video "Luncurkan TBM MRT Jakarta Fase 2A, Jokowi: Transportasi Modern Harus Lanjut"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT