ADVERTISEMENT

BUMN China Ikut Garap Proyek Bandara Internasional Bali Utara

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 02 Jan 2022 13:00 WIB
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona
Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext
Jakarta -

Untuk mengantisipasi semakin penuhnya Bandara Ngurah Rai yang hanya memiliki 1 runway, saat ini tengah dibangun bandara internasional di kawasan Bali Utara. Bandara ini ditargetkan selesai pada 2024 mendatang.

PT BIBU Panji Sakti (BIBU) selaku pemrakarsa pembangunan bandara internasional di Kubutambahan, Buleleng itu telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan China Construction First Group Corp Ltd (CCFG). Perusahaan itu merupakan anak perusahaan BUMN China State Construction Engineering Corp. Ltd (CSCEC).

"Ini merupakan penguatan komitmen kerja sama kedua belah pihak dan sekaligus memperbaharui Nota Kesepahaman yang pernah kami tandatangani bersama pada 7 Agustus 2020 lalu," kata Direktur Utama PT BIBU, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo dalam keterangan resminya dikutip Minggu (2/1/2022).

Nota Kesepahaman itu berisikan kesepakatan kedua perusahaan itu untuk bersama-sama membangun bandara internasional di Kubutambahan, Buleleng, Bali.

CCFG adalah perusahaan yang akan menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara internasional tersebut. Tak hanya itu, CCFG juga siap untuk mendanai proyek pembangunan bandara di Bali Utara itu dengan skema turn key.

"Kami siap membantu mewujudkan bandara yang diimpikan oleh warga Bali Utara," ujar Chief Representative CCFG untuk Indonesia Sun Kelin.

Seperti diketahui bahwa CCFG dan juga induk usahanya, CSCEC yang merupakan salah satu BUMN besar di China, memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam pembiayaan dan pembangunan di bidang konstruksi dan telah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek pembangunan besar di Tiongkok maupun di berbagai tempat di mancanegara.

Sementara PT BIBU adalah penggagas utama dari proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang lokasinya di pesisir pantai (off shore) dan berada di wilayah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Bandara Internasional Bali Utara yang terletak di Kubutambahan, Buleleng ini adalah salah satu Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 109/2020.



Bandara ini nantinya akan dibangun di Kawasan pesisir pantai Kubutambahan, Buleleng yang sudah sesuai dengan dengan Peraturan Daerah Prov. Bali No. 18/2009 tentang RTRW, yang kemudian diperbaharui melalui Perda Prov. Bali No. 3/ 2020 - yang antara lain menetapkan wilayah Kecamatan Kubutambahan sebagai lokasi bandara baru.Adalah Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Gianyar, A.A. Alit Kakarsana menyambut baik kerjasama CCFG dan PT BIBU.

"Reputasi CCFG semakin meyakinkan saya bahwa bandara di Bali Utara akan terwujud sesuai waktu dengan kualitas baik yang tentunya keberadaan bandara ini akan memperkuat perekonomian dan pariwisata Bali," katanya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kubutambahan Jro Pasek Warkadea melihat bahwa kerjasama strategis antara CCFG dan PT BIBU menunjukkan bahwa pembangunan bandara di Bali Utara akan segera dimulai.

"Mimpi warga Kubutambahan akan segera terwujud. Bali Utara tidak lagi tertinggal dengan Bali Selatan," ujar Jro Pasek.

Tokoh adat asal Kubutambahan itu juga melihat pembangunan bandara itu jelas akan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Bali Utara. "Hal ini akan menutup kesenjangan kesejahteraan warga Bali Utara dan Bali Selatan," katanya lagi.



Simak Video "Tidak Ada Penerbangan, Terminal Internasional Bandara di Bali Jadi Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT