ADVERTISEMENT

Ngeri! Bandara di Kazakhstan Sempat Dibajak Pendemo

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 06 Jan 2022 19:15 WIB
Protesters try to speak to riot police as they gather in the center of Almaty, Kazakhstan, Wednesday, Jan. 5, 2022. Demonstrators denouncing the doubling of prices for liquefied gas have clashed with police in Kazakhstans largest city and held protests in about a dozen other cities in the country. Local news reports said police dispersed a demonstration of about a thousand people Tuesday night in Almaty and that some demonstrators were detained. (AP Photo/Vladimir Tretyakov)
Foto: AP/Vladimir Tretyakov
Jakarta -

Pengunjuk rasa dilaporkan telah menguasai bandara internasional Almaty, Kazakhstan. Tak hanya itu, ada pula laporan bahwa "pembajak" telah menguasai lima pesawat, termasuk pesawat milik operator asing. Namun, laporan terbaru mengatakan pasukan keamanan telah merebut kembali kendali bandara.

Reuters melaporkan semua penerbangan masuk dan keluar dari Almaty telah dibatalkan. Namun kantor berita Rusia, TASS, mengatakan pasukan keamanan telah merebut kembali kendali bandara, dan penerbangan dilanjutkan.

"Geng teroris menyita fasilitas infrastruktur besar, khususnya di bandara Almaty, lima pesawat, termasuk pesawat asing," kata Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev disadur detikcom dari Simple Flying, Kamis (6/1/2022).

Sedangkan sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada TASS bahwa bandara telah diblokade oleh pasukan keamanan. Ada banyak petugas keamanan, tidak ada kericuhan yang dilaporkan di dekat bandara.

Lufthansa, Qatar Airways, dan Flydubai adalah beberapa maskapai asing yang terbang ke kota tersebut. Mereka mengkonfirmasi bahwa mereka sedang memantau situasi.

Penguasaan Bandara Almaty menjadi catatan sebagai kerusuhan sipil terburuk di Kazakhstan dalam beberapa tahun dan hari protes yang telah menyebabkan beberapa orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Protes warga di Kazakhstan dipicu setelah pembatasan gas minyak cair (LPG) dicabut beberapa hari lalu. Harga LPG langsung naik dua kali lipat. LPG banyak digunakan untuk menggerakkan kendaraan di Kazakhstan, khususnya di bagian barat negara itu.

Dalam hitungan hari, kerusuhan menyebar dari barat Kazakhstan ke kota terbesar di negara itu. Selama waktu itu, protes telah berkembang tak sekedar kenaikan harga LPG.

Ada informasi yang saling bertentangan tentang apa yang terjadi di bandara internasional Almaty. Namun, juru bicara bandara yang tidak disebutkan namanya dilaporkan mengatakan sekitar 45 pengunjuk rasa menguasai bandara. Karyawan bandara dan penumpang dievakuasi terlebih dahulu.

Tiga penerbangan dikonfirmasi dibatalkan. Di antara penerbangan yang dibatalkan adalah layanan Aeroflot dari Moskow, penerbangan Jazeera Airway dari Kuwait, dan penerbangan Belavia dari Minsk.

Para pengunjuk rasa dilaporkan meninggalkan bandara sekitar pukul 01:00 waktu setempat. Laporan online mengatakan para pengunjuk rasa menaiki lima pesawat sebelum pergi. Rekaman yang di-posting di Twitter menunjukkan kerusakan dan vandalisme di terminal bandara.

"Sekarang tidak ada orang di bandara. Lampu di pelabuhan mati. Satu pesawat dengan penumpang berdiri di peron," bunyi pesan Telegram yang di-posting.

Rekaman lebih lanjut yang di-posting di Twitter mengungkapkan kendaraan yang rusak di tempat parkir bandara dan penerbangan elit Kazakhstan dengan jet pribadi saat protes pecah di Almaty.

(toy/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT