Di Depan DPR, Menhub Jabarkan Rencana Renovasi Halim

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 11:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Blusukan di Cilacap
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Blusukan di Cilacap (Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta -

Mulai hari ini renovasi besar-besaran bakal dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma. Seiring dengan hal tersebut, bandara yang terletak di Jakarta Timur itu pun ditutup.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan rencana revitalisasi yang bakal dilakukan di Halim. Menurutnya, renovasi dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan penerbangan dan kenyamanan tamu negara.

Dia juga sempat mengatakan, renovasi pun akan dilakukan di area VVIP Bandara Ngurah Rai, Bali. Namun, tak banyak penjelasan yang dipaparkan Budi Karya soal renovasi yang ada di Ngurah Rai.

"Kami laporkan dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan penerbangan, dan juga meningkatkan kenyamanan terhadap tamu negara yang datang ke Jakarta dan Bali, Pak Presiden tugaskan Kementerian Perhubungan untuk melakukan revitalisasi Halim Perdanakusuma dan renovasi ruang VVIP di Ngurah Rai," ungkap Budi Karya, dalam rapat yang disiarkan di YouTube, Rabu (26/1/2022).

Budi Karya menjelaskan saat ini kondisi bandara Halim sudah tidak memadai, khususnya pada keadaan landasan pacunya alias runway. Dia bilang utilitas runway di Halim cuma 40% saat ini, bila tidak direvitalisasi sekarang dikhawatirkan bandara itu tak lagi bisa digunakan tahun depan.

"Saya jelaskan Halim ini mesti direnovasi karena keadaan landasannya sudah hanya 40%. Kalau diteruskan ini tahun depan tidak bisa dilaksanakan lagi, maka mesti diselesaikan sekarang," papar Budi Karya.

Dalam bahan paparannya, dituliskan beberapa hal yang bakal jadi sasaran renovasi di Halim. Mulai dari penyehatan landasan pacu (runway) dan landasan hubung (taxiway), dan peningkatan landas parkir pesawat atau apron naretama dan naratama.

Selain itu akan ada juga perbaikan sistem drainase dan pengelolaan air di bandara Halim. Perbaikan yang satu ini menurutnya bakal menggandeng Kementerian PUPR.

"Kami juga koordinasi dengan PU untuk membuat manajemen pengelolaan air," ungkap Budi Karya.

Selain itu, perbaikan juga bakal dilakukan pada terminal VVIP Halim Perdanakusuma. Akan desain interior baru di terminal VVIP.

Budi Karya menjelaskan proses revitalisasi untuk sisi udara, mulai dari landas pacu hingga parkir pesawat memakan waktu paling lama 4 bulan. Sedangkan untuk terminal VVIP akan memakan waktu 6 bulan.

"Kita lakukan untuk runway dan lainnya itu 3-4 bulan, dan untuk terminal VVIP dalam waktu 6 bulan," ungkap Budi Karya.

Simak Video 'Penampakan Sepinya Bandara Halim yang Ditutup untuk Revitalisasi':

[Gambas:Video 20detik]