Proyek Tol Gedebage-Cilacap: Terpanjang di RI, Nilainya Rp 56 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 01 Feb 2022 08:00 WIB
Foto udara gerbang keluar Jalan Tol Purbaleunyi di KM 149, Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/12/2021). Pemerintah Kota Bandung melayangkan surat kepada Kementerian PUPR untuk membuka gerbang Tol Gedebage KM 149 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan Bandung Timur. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Ilustrasi Jalan Tol/Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Jalan tol Gedebage-Cilacap yang digadang-gadang menjadi terpanjang di Indonesia memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol.

Berikut fakta-faktanya:

1. Jalan Tol Terpanjang

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan Tol Gedebage-Cilacap merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dengan ruas 206,65 kilometer (km). Ia juga menargetkan untuk pembangunan akan dimulai pada akhir tahun ini.

"Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap melintas di dua provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat sepanjang 171,40 Km dan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 35,25 Km dengan total Panjang 206,65 Km. Harapan kita konstruksi dimulai akhir tahun ini," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2022) kemarin.

2. Jakarta-Tasikmalaya Bablas Pakai Tol

Tahap pertama pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, ditargetkan mulai dibangun pada 2022 dan selesai pada 2024.

Tahap I Tol Gedebage-Tasikmalaya terdiri dari dua seksi. Seksi I Junction Gedebage-Garut Utara sepanjang 45,20 kilometer (km) dan seksi II Garut Utara-Tasikmalaya sepanjang 50,32 km.

Dari Jakarta ke Tasikmalaya pada 2024 bisa bablas melewati sejumlah jalan tol. Pertama, Tol Jakarta-Cikampek kemudian melanjutkan ke Tol Cipularang, Tol Padaleunyi, dan Tol Gedebage-Tasikmalaya saat beroperasi pada 2024.

3. Pesan Menteri PUPR

Ada beberapa pesan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono untuk pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Pertama mengenai green economy yang juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita ke depan ini dengan misi green economy dan infrastruktur, saya ingin mengingatkan kita semua untuk pembangunan apalagi di daerah Gedebage ke Tasikmalaya ini supaya tetap menjaga kaidah-kaidah lingkungan hidup. Agar tidak merusak. Hindari betul memotong pohon yang tidak perlu dipotong," katanya dalam sambutannya di gedung Kementerian PUPR

Kedua, Basuki juga meminta agar kualitas jalan tol terus diperhatikan dan menghimbau jangan asal cepat, tetapi perlu memperhatikan geologi. Menurutnya, jangan sampai kualitas yang rendah menyebabkan kerusakan dan menambah biaya lagi ke depannya.

Basuki mencontohkan Tol Trans Jawa yang kini banyak mendapatkan komplain. Menurutnya memang sudah waktunya mendapatkan penanganan kembali.

"Pada saat dihubungkan dengan Trans Jawa banyak senang setelah itu banyak yg menginginkan ditingkatkan kualitasnya. Kita punya pengalaman Tebing Besar Kayu Agung lebih cepat tapi sekarang kita susah effort-nya besar memperbaiki jalan tol tersebut," jelasnya.

4. Sumber Dana Mayoritas dari Utang

Direktur Utama PT Jasamarga Gedebage Cilacap, Johannes Mancelly mengungkap biaya pembangunan dari Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap 70% dari utang, sedangkan 30% dari para pemegang saham.

Adapun dana investasi dari pembangunan jalan tol terpanjang di Indonesia ini sebesar Rp 56,2 triliun.

"Kita strategi bertahap karena memang pasti ada aturan-aturan yang membatasi. Dari 100% yang dibutuhkan, 30% itu dari equity, dari para pemegang saham. Sedangkan 70% adalah debt, dengan utang. Jadi pinjam konsorsium bank atau lembaga pengelola keuangan lainnya," kata Johannes.

(fdl/fdl)