3 Fakta Double-double Track Manggarai-Cikarang Pakai Duit Rakyat

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 21:00 WIB
Progres terkini Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang saat ini sudah mencapai 70 persen. Yuk, intip foto-foto terbarunya.
Ilustrasi proyek double-double track kareta/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi) menjajal rute KRL Stasiun Cikarang-Stasiun Bekasi Timur. Rute tersebut merupakan bagian dari jalur double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang.

Berikut 3 fakta terkait proyek tersebut:

1. Pakai uang rakyat

Bendahara negara mengatakan bahwa proyek jalur kereta api DDT tersebut dibiayai menggunakan uang masyarakat melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Pembangunan proyek jalur kereta api DDT Manggarai-Cikarang ini dibiayai #uangkita melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dari masyarakat untuk masyarakat," tulis Sri Mulyani di akun Instagram-nya, Jumat (1/4/2022).

Sri Mulyani menuturkan pengalamannya bahwa Stasiun Cikarang sangat nyaman dan modern. Ditambah lagi, keretanya bagus dan bersih sehingga menurutnya naik kereta menjadi hal yang menyenangkan.

"KRL sangat layak untuk menunjang mobilitas masyarakat yang akan semakin meningkat seiring pemulihan ekonomi nasional yang kian membaik, sekaligus menghidupi UMKM dan perekonomian sekitar," jelasnya.

2. Telan Rp 5 triliun

Pembangunan jalur kereta DDT Manggarai-Cikarang terbagi menjadi 3 paket, yaitu Manggarai-Jatinegara, Jatinegara-Bekasi dan Bekasi-Cikarang. Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk menyelesaikan proyek menelan Rp 5 triliun.

"Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bu Sri Mulyani, di mana satu tahun itu Dirjen Kereta Api dialokasikan kurang lebih Rp 10-17 triliun. Tercatat projek double-double track yang ada di Manggarai sampai Cikarang direncanakan lebih dari Rp 5 triliun," ujar Budi 20 Maret 2021.

3. Selain DDT, Stasiun Cikarang pakai uang rakyat

Sri Mulyani bersama Budi Karya Sumadi, pada kemarin Kamis 31 Maret, meresmikan wajah baru Stasiun Cikarang, Jawa Barat. Pembangunan stasiun ini juga menggunakan SBSN, yang menjadi skema pendanaan kreatif (creative financing) yang dilakukan pemerintah di tengah keterbatasan APBN.

"Melalui SBSN, kita membangun dari rakyat untuk rakyat. Kita lihat saat ini stasiunnya sudah bagus, karena kami bangun dengan sungguh-sungguh dan harus deliver atau langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," jelas Budi dalam siaran persnya.

Dengan wajah barunya, tercatat pergerakan penumpang dan kereta api di Stasiun Cikarang meningkat signifikan. Untuk pergerakan kereta, saat ini melayani 24 perjalanan KA jarak jauh, 12 perjalanan KA lokal, dan 92 perjalanan kereta api komuter setiap harinya.

Sementara, penumpang harian untuk layanan KA komuter di Stasiun Cikarang meroket hingga 28.000 penumpang per hari dari semula hanya 5000 penumpang per hari. Peningkatan juga terjadi pada penumpang layanan KA lokal yang melonjak dari 500 penumpang per hari menjadi 2000-3000 penumpang per hari. Sedangkan untuk layanan KA jarak jauh mencapai jumlah rata-rata sebanyak 400 orang per hari.

(toy/hns)