ADVERTISEMENT

Sudah 80%, Seksi 2 Tol Semarang-Demak 16 Km Rampung Tahun Ini

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 13:00 WIB
Kementerian PUPR menggenjot pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Begini progres jalan tol yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang tersebut.
Tol Semarang-Demak/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak khusus Seksi 2 ditargetkan selesai konstruksi pada akhir tahun 2022 mendatang. Progresnya sendiri saat ini sudah mencapai 80,63%.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak diharapkan dapat semakin melengkapi konektivitas jaringan Jalan Tol dan ruas utama di sisi utara Pulau Jawa.

Di mana kehadiran jalan tol yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang ini setelah rampung diharapkan akan semakin mendukung pertumbuhan pusat ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah.

Bukan hanya itu, Jalan Tol Semarang-Demak juga akan difungsikan sebagai penahan banjir rob, serta mengatasi banjir dan genangan air yang selama ini menjadi permasalahan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang sering terjadi di sekitar Semarang.

Mengutip laman BPJT, Sabtu (14/5/2022), jalan tol dengan panjang 27 kilometer (km) ini memiliki dua seksi, yakni Seksi 1 (Semarang/Kaligawe-Sayung) sepanjang 10,69 km porsi pemerintah yang ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2024 mendatang.

Sementara untuk Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 km yang merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Selain itu, Jalan Tol Semarang-Demak akan memiliki 2 buah simpang susun (SS), yakni SS Sayung, dan SS Demak. Konstruksi Jalan Tol Semarang - Demak juga menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast yang diproduksi oleh PT WIKA Beton.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi tanggul laut dengan struktur timbunan di atas laut juga diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis. Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga dengan cara pemasangan material pengalir vertikal pra-fabrikasi atau PVD serta melaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang diambil menggunakan alat Trailing Suction Hopping Dredger atau TSHD.

Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari pembangunan Tol Semarang-Demak, Kementerian PUPR juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menyiapkan program relokasi lahan mangrove yang berada di sekitar pembangunan Seksi 1 Tol Semarang-Demak ruas Semarang-Sayung. Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan total luas kurang lebih 46 hektar.

Upaya pelestarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi.

Bukan hanya sebagai paru-paru segar di wilayah sekitar, sistem akar pohon bakau yang kokoh juga semakin membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT