Hunian Dekat Stasiun MRT Dibangun, buat Orang Bergaji Rp 7-20 Juta

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 14:35 WIB
Tugu Jam Thamrin di perempatan Jalan M.H. Thamrin dan Kebon Sirih mulai direlokasi. Hal itu dilakukan karena pembangunan stasiun bawah tanah MRT Jakarta fase 2A.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Rumapadu Fatmawati menjadi salah satu proyek PT MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan berorientasi transit atau TOD. Hunian ini dibangun di lahan seluas 47.000 meter persegi di kawasan Fatmawati.

Proyek Tera Arta Fatmawati dilaksanakan PT Integrasi Transit Jakarta (PT ITJ), yaitu anak usaha dari PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan PT Transjakarta. Progres pembangunan telah mencapai 62% dan ditargetkan selesai pada Oktober 2022.

Pada tahap awal ada 320 unit hunian dalam satu tower. Lokasi hunian hanya berjarak 1.3 km dari stasiun MRT Fatmawati untuk memudahkan akses masyarakat menuju transportasi umum.

Rumapadu disiapkan sebagai hunian yang terjangkau bagi masyarakat. Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar menyebut jika Rumapadu Fatmawati bisa dimiliki masyarakat menengah berpenghasilan Rp 7-20 juta.

"Membangun hunian di kawasan TOD, membangun kawasan yang terjangkau oleh masyarakat level menengah," kata William Dalam acara Forum Pemimpin Redaksi di hotel The Tribata Dharmawangsa, Selasa (24/5/2022).

William menyebut jika tugas MRT adalah memastikan semua warga punya akses ke kawasan TOD. Ia menambahkan jika membangun kawasan TOD bukan sekadar membangun properti, melainkan membangun kawasan di sekitarnya.

Di Lebak Bulus, MRT menyiapkan simpang temu yang menghubungkan stasiun MRT dengan mall dan perkantoran yang ditargetkan selesai pada Agustus 2022. Ada juga teras temu yang memudahkan masyarakat luar kota untuk menggunakan MRT.

Pembangunan simpul transportasi paling banyak dilakukan di Dukuh Atas. Kawasan ini menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Rencananya Kantor MRT juga akan dibangun berorientasi transit.

(eds/eds)