Mantap! Jalur LRT Jabodebek Sudah Tersambung

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 12 Jun 2022 10:43 WIB
Foto udara pembangunan depo LRT (Light Rail Transit) di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/5/2022). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pembangunan LRT Jabodebek dengan panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan yang saat ini pembangunan konstruksinya telah mencapai 90%. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Pembangunan LRT Jabodebek secara fisik dikabarkan sudah hampir rampung. Jika dilihat dari aplikasi Google Earth terlihat jalur rel LRT Jabodebek sudah tersambung sepenuhnya dari Bekasi Timur ke Sudirman dan Cibubur.

Jika dilihat dari Bekasi Timur, di Google Earth sudah terlihat lokasi yang menjadi depo LRT Jabodebek. Tak jauh dari situ terlihat stasiun LRT Bekasi Timur.

Dari situ terlihat jalur LRT sudah tersambung hingga Cawang. Titik itu menjadi pertemuan jalur LRT Jabodebek yang berasal dari Cibubur.

Kemudian terlihat jalur LRT Jabodebek dari Cawang hingga stasiun LRT Sudirman tersambung sepenuhnya. Begitu juga jalur hingga stasiun LRT di Cibubur juga terlihat sudah tersambung sepenuhnya.

Jika dilihat hampir semua lokasi yang menjadi titik stasiun LRT Jabodebek sudah terlihat bentuk konstruksinya. Mulai dari Bekasi Timur, Cibubur, hingga Sudirman.

LRT Jabodebek sendiri ditargetkan akan diresmikan bulan Agustus 2022. Pada bulan lalu dikabarkan bahwa pembangunan trek sudah mencapai 97%.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub Harno Trimadi memang secara fisik pembangunan LRT Jabodebek sudah hampir rampung. Dia bilang untuk masalah pembangunan trek saat ini sudah 97% perkembangannya.

Hanya saja kalau bicara kesiapan integrasi persinyalan antara sarana dan prasarananya masih jauh dari rampung. Dia bilang semua baru terlaksana 30% saja.

"Kalau pekerjaan fisiknya, relnya sudah 97%, sinyalnya masih kita progress. Mengintegrasikan antara prasarana, sinyal dengan sarana, jadi ini masih 30%," ujar Harno dalam sesi webinar, Kamis (12/5/2022).

"Jadi ada tiga komponen yang harus dilihat, track, sarana, dan sistem," lanjutnya.

Saat ini pembangunan fisik fokus pada pengerjaan dan penyelesaian stasiun. Di lintas rata-rata 70-80%. "Untuk lintas 1 80%, lintas 2 74%, dan lintas 3 79%," katanya.



Simak Video "Mengenal Sistem CBTC dan GoA Level 3 pada LRT Jabodebek"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)