ADVERTISEMENT

LMAN Guyur Nyaris Rp 96 T Danai Pengadaan Lahan PSN, Terbanyak buat Tol

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 16:19 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah membayar pengadaan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebesar Rp 95,89 triliun hingga 17 Juni 2022. Pembayaran ini sudah dilakukan sejak 2016.

Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi mengatakan pembayaran pengadaan lahan ini paling banyak pada proyek jalan tol.

"Diakumulasikan sejak LMAN berdiri 2016 total realisasi pendanaan lahan PSN Rp 95,89 triliun. Jumlah yang sangat besar bersumber APBN," kata Basuki dalam Bincang Bareng DJKN di Rumah Tutur, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2022).

Lebih rinci dijelaskan realisasi pendaan pengadaan lahan oleh LMAN sebesar Rp 95,89 triliun itu meliputi jalan tol Rp 81,74 triliun, bendungan Rp 9,84 triliun, kereta api Rp 2,83 triliun dan pelabuhan Rp 795 miliar. Kemudian irigasi Rp 562 miliar, air baku Rp 30 miliar dan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Rp 85 miliar.

Sementara jika dilihat realisasi khusus 2022, LMAN telah mendanai pengadaan lahan mencapai Rp 6,27 triliun per 17 Juni untuk PSN berupa infrastruktur jalan tol, bendungan, jalur kereta api dan irigasi.

Realisasi Rp 6,27 triliun tersebut meliputi infrastruktur jalan tol Rp 4,03 triliun, bendungan Rp 1,96 triliun, kereta api Rp 140 miliar, pelabuhan Rp 72 miliar, irigasi Rp 38 miliar dan air baku Rp 20 miliar.

Basuki menuturkan pendanaan khusus sektor infrastruktur jalan tol pada 2022 sebanyak 80% dari realisasinya dilakukan melalui skema pembayaran langsung, sedangkan 20% sisanya melalui dana talangan.

"Dengan skema pendanaan pembayaran langsung artinya badan usaha tidak harus nalangi terlebih dahulu. Artinya dari sisi badan usaha tidak terganggu," ujarnya.

Lima realisasi terbesar untuk sektor jalan tol meliputi proyek Yogyakarta-Solo-Kulonprogo Rp 792 miliar, Jalan Tol Trans Sumatera Rp 741 miliar, Jakarta Cikampek II Sisi Selatan Rp 367 miliar, Cinere-Jagorawi Rp 290 miliar dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Rp 275 miliar.

Untuk top lima realisasi tersendat untuk sektor non jalan tol meliputi proyek Bendungan Margatiga Rp 608 miliar, Bendungan Bener Rp 436 miliar, Bendungan Sadawarna Rp 226 miliar, Bendungan Karian Rp 183 miliar dan Bendungan Rukoh Rp 111 miliar.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT