ADVERTISEMENT

Dapat Investasi Rp 11 T, BP Batam Akan Kembangkan Sisi Udara-Laut

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 15:20 WIB
BP Batam
Foto: dok. BP Batam
Jakarta -

Badan Pengusahaan (BP) Batam beberapa waktu yang lalu menerima investasi sebesar Rp 11 triliun. Investasi ini berasal dari 3 rangkaian penandatangan kerja sama antara investor dengan BP Batam.

Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas seluruh rangkaian kegiatan yang terlaksana tersebut. Ia berharap, investasi di Batam akan semakin meningkat, dan impian Batam sebagai hub logistik dapat segera terwujud.

"Saya berharap investasi di Batam akan meningkat dan juga Batam sebagai hub logistik dapat dilaksanakan sehingga dapat mendorong perusahaan-perusahaan elektronik yang sudah ada dapat tersambung dengan supply chain di Korea dan China," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan total investasi dari seluruh rangkaian tersebut adalah sebesar Rp 11 Triliun dengan menyerap tenaga kerja lebih kurang 3.000 orang.

"Hari ini saya didampingi oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi melaksanakan 3 kegiatan sekaligus yaitu seremonial serah terima operasional dan peletakan batu pertama pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, perjanjian awal pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama PT. Blue Steel Industries. Investasi pada kegiatan tersebut mencapai Rp 11 triliun," imbuh Airlangga.

Rangkaian pertama adalah serah terima pengelolaan dan pengoperasian Bandara Hang Nadim Batam yang sebelumnya dikelola langsung oleh BP Batam melalui Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, secara resmi telah diserahkan kepada PT Bandara Internasional Batam (PT BIB).

Penandatangan serah terima dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB Pikri Ilham Kurniansyah yang disaksikan langsung oleh Airlangga pada Jumat (24/6) lalu.

Ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan PT BIB sebagai Badan Usaha Pelaksana yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I - Incheon International Airport Corporation (IIAC)-PT Wijaya Karya Tbk. ( Persero) [WIKA).

Rudi menyampaikan total Investasi untuk kerja sama ini sebesar Rp 6,89 triliun yang meliputi renovasi, pembangunan terminal 1, membangun Terminal II, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara, membuka jalur penerbangan domestic seluruh Indonesia.

Investasi ini juga meliputi pembukaan jalur penerbangan internasional ke China, Korea Selatan, India, Thailand, dan perjalanan ibadah umrah/haji untuk pertama kalinya, mengembangkan tujuan pariwisata kolaboratif serta mengembangkan pasar sebagai paradigma market dan memperkuat Batam sebagai Cargo Hub.

Penempatan dan Pengalihan Pegawai BUBU Hang Nadim pada BIB pun telah dilaksanakan Bulan Februari lalu. PT BIB siap untuk menerima seluruh pegawai BUBU Hang Nadim tanpa syarat apapun dan bertanggung jawab atas pengembangan sumber daya manusia.

Rudi melaporkan pada tahun 2021 pembangunan gedung kargo telah dilelang sebagai proyek multiyears (MYC) dan dijadwalkan akan selesai pada bulan Juli tahun ini.

"Selain itu, pada tahun 2022 kami akan membangun gedung VVIP bandara berlantai 2 dengan total luas lebih dari 2.500 m2 yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2023," tutur Rudi.

Dengan sejumlah upaya yang telah dilakukan, pria yang juga sebagai Wali Kota Batam ini menargetkan Bandara Hang Nadim dapat menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik, serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik. Adapun masa transisi usai serah terima adalah 1 minggu, atau efektif pada 1 Juli 2022.

Pengembangan Transportasi Sisi Laut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT