ADVERTISEMENT

Cihuy! Fatmawati-TMII Bakal Tersambung MRT

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 06:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bakal membangun proyek baru LRT dan MRT di 5 kota. Penasaran?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Fatmawati dan TMII akan terhubung dengan moda raya terpadu (MRT). Rencananya, moda transportasi canggih itu akan dibangun mulai tahun depan.

"Tahun ini desainnya, kalau kita dapat pendanaan, tahun depan kita konstruksi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar di kantornya, Kamis (30/6/2022).

MRT Fatmawati-TMII merupakan MRT fase 4 yang memiliki panjang 12 km. William mengatakan, pre feasibility study dan feasibility study sudah selesai dilakukan.

MRT Fatmawati-TMII akan melintasi 10 stasiun yakni Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati, dan Tanjung Barat. Kemudian, Ranco, Jalan Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, dan TMII.

Pembangunan MRT Fatmawati-TMII ini akan dilakukan secara paralel dengan MRT fase 2A Bundaran HI-Kota, fase 2B Kota-Ancol dan fase 3 Balaraja-Cikarang.

"Dan ini (fase 4) juga segera kita mulai. Jadi kita akan lihat perkembangan perjalanan, pembangunan secara paralel fase 2A-2B, fase 3 juga akan dimulai, pada saat bersamaan fase 4 juga akan dimulai," ujarnya.

"Mungkin saja fase 4 bisa lebih duluan selesai dari fase 2 atau fase 3, apalagi fase 3 panjang sekali," tambahnya.

Pada tahun depan, MRT fase 3 Cikarang-Balaraja juga akan dibangun. MRT dengan panjang sekitar 85 km ini melintasi tiga provinsi sekaligus yakni Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

MRT Cikarang-Balaraja dibagi dalam 2 fase. Fase pertama yakni Jakarta, dan fase kedua Jawa Barat dan Banten. Fase Jakarta memiliki panjang sekitar 34 km yang terbagi lagi dalam dua fase. Fase pertama yakni Tomang-Ujung Menteng dan fase kedua Tomang-Kembangan.

"Apa yang sedang dilakukan sekarang, lewat Kementerian Perhubungan mengkoordinasikan desain dari fase 1 dari segmen Jakarta. Fase 1 itu dari jalur Tomang sampai ke Ujung Menteng dan fase 2 nanti Tomang sampai ke Kembangan atau Kalideres," katanya.

Dia mengatakan, proyek fisik paling cepat dilakukan tahun depan. Sejalan dengan itu, pihaknya terus mencari pendanaan untuk proyek ini yang mencapai Rp 160 triliun.

"Tahun ini kan baru basic engineering design jadi paling cepat baru tahun depan akan dicanangkan proyek fisik, tapi saat bersamaan juga kita sedang menjajaki sumber-sumber pendanaan lain," ujarnya.

William belum bisa memastikan kapan proyek ini rampung. Namun, untuk wilayah Jakarta ia memperkirakan di tahun 2030.

"Masih panjang. Nanti kita lihat basic engineering design seperti apa, kalau Jakarta sendiri mungkin 2030. Kalau segmen Jakarta ya, karena yang paling akan dikerjakan pertama adalah segmen 1, segmen Jakarta," katanya.

Pembangunan seluruh fase MRT di Jakarta membutuh dana sekitar Rp 200 triliun. Sejumlah institusi global telah menyatakan minat untuk ikut serta dalam proyek tersebut.

"Kira-kira kebutuhan untuk menyelesaikan 1-2-3-4 itu sekitar Rp 200 triliun. Dari mana dana ini berasal, ini kan yang sekarang kita cari," ujarnya.



Simak Video "Antrean Padat Pintu TMII saat Uji Coba Buka Terbatas Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT