ADVERTISEMENT

Fakta-fakta soal Russian Railways yang Ditawarkan Putin Garap Kereta di IKN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 04 Jul 2022 06:00 WIB
Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pernah 'Cabut' dari Proyek di RI
Di Indonesia sendiri, Russian Railways bukan pemain baru. Perusahaan pelat merah Rusia itu pernah mencoba menggarap proyek kereta api di Kalimantan. Namun, proyek itu tak dilanjutkan karena perusahaan itu tiba-tiba 'cabut' dari proyek yang ada di Indonesia.

Dalam catatan detikcom, Russian Railways pernah berkontribusi dalam pembangunan jalur atau rel kereta sepanjang 203 km yang melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Balikpapan. Sayangnya, proyek senilai Rp 53,3 triliun ini batal lantaran Russian Railways selaku pemilik modal mengundurkan diri.

Total luas lahan yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan jalur rel di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai sekitar 140 hektare. Lebih kurang 70 hektare lahan yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan jalur rel di Kelurahan Gunung Steleng dan Kelurahan Buluminung telah dibebaskan.

Lahan yang telah dibebaskan di Kawasan Industri Buluminung atau KIB di Kecamatan Penajam jelas dia, untuk pembangunan stasiun kereta api.

Pembangunan jalur kereta api tersebut dikelola oleh PT Kereta Api Borneo yang merupakan perusahaan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan perusahaan kereta api Rusia, yakni Russian Railways.



Simak Video "Biden: AS Tak Akan Pernah Akui Klaim Rusia Atas Wilayah Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT