ADVERTISEMENT

Bangun Pelabuhan Patimban Fase II, RI Dapat Pinjaman dari Jepang Rp 10 T

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 10 Jul 2022 21:03 WIB
Mengintip proyek jembatan Pelabuhan Patimban
Foto: Dok. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Jakarta -

Pemerintah Jepang kembali memberikan pinjaman ke Indonesia untuk pembangunan Pelabuhan Patimban Fase II dengan nilai US$ 674,95 juta atau setara Rp 10,1 triliun (kurs Rp 14.952). Perjanjian tersebut telah ditandatangani pada 20 Mei 2022 lalu.

Kerja sama pembiayaan ditandatangi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman dan Chief Representative Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Office, Mr. Yasui Takehiro.

"Melalui perjanjian ini, pemerintah Indonesia akan menerima pembiayaan sampai dengan 70,195 miliar yen Jepang ekuivalen US$ 674,95 juta untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Patimban," demikian bunyi keterangan resmi DJPPR dikutip Minggu (10/7/2022).

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), tujuan dari pembangunan Pelabuhan Patimban adalah untuk memperkuat kapasitas logistik area Metropolitan Jakarta dan meningkatkan aktivitas ekonomi melalui pembangunan pelabuhan Internasional dan jalan akses di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Output yang akan dicapai untuk pembangunan Pelabuhan Patimban tahap kedua adalah container terminal seluas kurang lebih 63,5 hektare (Ha) dengan kapasitas sampai 3,3 juta TEU, dan car terminal seluas kurang lebih 13,7 Ha dengan kapasitas 600 ribu kendaraan.

Pembiayaan Pelabuhan Patimban Tahap Kedua ini merupakan kelanjutan kerja sama Indonesia dan Jepang yang sebelumnya telah disepakati pada tahun 2017 dengan nilai 118,9 miliar yen Jepang.

Pelabuhan Patimban tahap pertama telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Desember 2020. Diharapkan tahap kedua ini dapat semakin mengoptimalkan Pelabuhan Patimban yang saat ini telah operasional.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT