ADVERTISEMENT

China Minta RI Ikut Biayai Proyek Kereta Cepat yang Bengkak

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 15:58 WIB
Pemasangan rel Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sudah dilakukan PT KCIC di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Rabu (13/7/2022)
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, ada permasalahan cost overrun atau pembengkakan biaya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

"Memang beberapa waktu lalu yang lalu disampaikan adanya permasalahan cost overrun. Tentang cost overrun ini setahu saya masih dibahas," kata Wahyu dalam konferensi pers di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Selasa 26 Juli 2022.

Bahkan menurut Wahyu, China Development Bank (CDB) yang berkomitmen mendanai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung meminta pemerintah Indonesia menutup pembengkakan biaya ini.

"Karena ada permintaan agar cost overrun ini juga dicover oleh pemerintahan Indonesia," katanya melanjutkan.

Wahyu menambahkan, soal permintaan dari China, Kementerian Keuangan akan membahas bagian kewajiban Indonesia yang berkaitan dengan pembangunan proyek, bukan cost overrun.

Wahyu pun belum mengetahui apakah Presiden Joko Widodo akan membahas persoalan ini atau tidak. Namun, dirinya meyakini jika komitmen kereta cepat akan segera selesai tahun 2023.

Kemenko Perekonomian dan Kemenko Kemaritiman dan Investasi terus melakukan monitoring ketat untuk proyek KCJB. Wahyu menyebut pihaknya telah meninjau progres pembangunan, dan sebagian besar konstruksi telah terselesaikan.

Saat ini tengah dikerjakan bangunan depo, dan stasiun-stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mulai dikerjakan.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT