China Termurah, Ini Perbandingan Biaya Proyek Kereta Cepat di Berbagai Negara

ADVERTISEMENT

China Termurah, Ini Perbandingan Biaya Proyek Kereta Cepat di Berbagai Negara

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 17:12 WIB
Pemerintah China serius mengembangkan jaringan kereta cepat (High Speed Train/HST) rute Jakarta-Bandung. Kini, China tengah bersaing ketat dengan Jepang untuk dipilih sebagai pengembang kereta cepat. Keseriusan China membangun HST, ditunjukkan dengan menampilkan berbagai desain hingga miniatur keret cepat di Senayan City. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Dunia menyatakan biaya pembangunan kereta cepat China paling murah dibandingkan negara lain. Hal ini terungkap dalam laporan berjudul High-Speed Railways in China: A Look at Construction Costs.

Berdasarkan laporan tersebut, diketahui biaya pembangunan kereta cepat China bahkan sepertiga lebih rendah dibandingkan negara lain. Tercatat biaya pembangunan kereta cepat di China senilai US$ 17 hingga 21 juta per kilometer (km) dengan rasio jembatan dan terowongan yang tinggi.

Nilai tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya pembangunan kereta cepat di Eropa sebesar US$ 25-39 juta per km. Begitu juga dengan pembangunan kereta cepat di California yang diperkirakan mencapai US$ 56 juta per km.

Masih berdasarkan laporan tersebut, rendahnya biaya pembangunan kereta cepat di China ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah rendahnya biaya tenaga kerja di China.

Selain biaya tenaga kerja yang lebih rendah, beberapa faktor lain kemungkinan telah menyebabkan biaya pembangunan kereta cepat di Negeri Tirai Bambu ini semakin rendah.

Pada tingkat program, deklarasi rencana jangka menengah yang kredibel dari pemerintah untuk pembangunan kereta cepat sepanjang 10.000 km di China selama periode 6-7 tahun mampu mendorong komunitas pemasok konstruksi dan peralatan untuk membangun megaproyek tersebut dengan kapasitas yang tinggi

Hal ini diketahui telah menyebabkan biaya unit yang lebih rendah sebagai akibat dari pengembangan berbagai sumber lokal yang kompetitif untuk konstruksi (pekerjaan tanah, jembatan, terowongan, kereta EMU, dll.) yang mengadopsi mekanisasi dalam konstruksi dan manufaktur.

Selanjutnya, volume besar dan kemampuan untuk mengamortisasi investasi modal dalam peralatan konstruksi berbiaya tinggi di sejumlah proyek berkontribusi pada penurunan biaya per unit.

Faktor lainnya termasuk biaya pengadaan tanah dan pemukiman kembali yang relatif rendah, lokalisasi desain dan pembuatan barang dan komponen serta standarisasi desain untuk tanggul, jalur, jembatan, elektrifikasi, sinyal dan sistem komunikasi.

Dengan demikian pemerintah China mampu menekan biaya pembangunan kereta cepat ini sehingga menjadi sangat murah. Jauh lebih murah dari pada proyek-proyek serupa di negara lain.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT