ADVERTISEMENT

China Bikin Kereta Cepat di Negaranya Murah, Kok di RI Mahal?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 20:00 WIB
Pemasangan rel Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sudah dilakukan PT KCIC di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Rabu (13/7/2022)
Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Pembangunan kereta cepat oleh China di negaranya sendiri terbilang murah. Tapi di Indonesia jadi lebih mahal karena pembengkakan biaya dan molornya proyek, serta peresmian yang tak sesuai target.

Di Indonesia sendiri proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini diprediksi bengkak hingga Rp 16,8 triliun. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan cost overrun US$ 1,17 miliar.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengungkapkan dari studi Bank Dunia yang terbit pada 2014 lalu disebutkan biaya pembangunan kereta cepat di dunia yang dilakukan China bervariasi.

Untuk China sekitar US$ 17 juta - US$ 21 juta per km, lalu Eropa US$ 25 juta - US$ 39 juta per km dan California US$ 56 juta per km. Dari situ terlihat bahwa pembangunan kereta cepat oleh China di negaranya sendiri menjadi yang termurah.

"Di Indonesia awal proyek US$ 42,6 juta atau US$ 6,07 miliar per 142,5 km. Nah setelah biaya bengkak jadi US$ 56,8 juta atau US$ 8,1 miliar per 142,5 km, jadi ini biaya tertinggi di dunia?" ujar dia, Senin (1/8/2022).

Dalam laporan Bank Dunia berjudul High-Speed Railways in China: A Look at Construction Costs yang terbit 10 Juli 2014 untuk biaya pembangunan biasanya menghitung desain jalur, topografi, kondisi cuaca, biaya pembebasan lahan, penggunaan viaduct sebagai pengganti tanggul, pembangunan jembatan utama yang melintasi sungai besar dan pembangunan stasiun besar.

Awal pembangunan biaya diestimasi US$ 5,5 miliar. Lalu membengkak jadi US$ 5,8 miliar dan naik lagi menjadi US$ 6,07 miliar. Kemudian proyek ini diperkirakan ada pembengkakan biaya lagi mencapai US$ 1,176-1,9 miliar, menjadi maksimal US$ 7,97 miliar.

Karena bengkaknya biaya ini, pemerintah diminta untuk menalangi biaya pembangunan tersebut. Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan merupakan proyek investasi antara konsorsium Indonesia dan China melalui PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), serta didanai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB).



Simak Video "Wujud Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Diklaim Bisa Ngebut 350 Km/jam!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT