ADVERTISEMENT

Suntikan buat KAI Rp 4 T Masih Abu-abu, Bagaimana Nasib Proyek Kereta Cepat?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 20:00 WIB
Pekerja melakukan proses pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung di KM 5+400 Jati Cempaka, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/8/2022). Biaya pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCKB) membengkak dari rencana awal. Saat ini biaya diperkirakan pembangunan tembus  US$7,9 miliar atau Rp118,5 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan sampai saat ini belum ada penyertaan modal negara (PMN) yang cair ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di 2022. Termasuk ke PT KAI (Persero) sebesar Rp 4,1 triliun untuk penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Tenaga Pengkaji Restrukturisasi Privatisasi dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Dodok Dwi Handoko mengatakan waktu pencairan PMN Rp 4,1 triliun untuk KAI masih dibahas.

"(PMN) KAI untuk KCIC masalah apakah itu nanti akan dialokasikan, sepertinya sudah ada keputusan dari pemerintah, dari perpres-perpres yang ada dapat memberikan dukungan kepada konsorsium BUMN melalui kereta api. Kapan ini sedang kita bahas, kalau sudah ada progres dari keputusan pemerintah terkait KCIC akan kita sampaikan berikutnya," kata Dodok dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual, Jumat (12/8/2022).

Pembahasan salah satunya berupa besaran kelebihan biaya (cost overrun) yang masih dihitung karena harus berdasarkan review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"By Perpres memang besaran cost overrun harus review BPKP ya, jadi tentu itu nanti akan dilakukan review dulu oleh BPKP besarannya berapa," tuturnya.

Lantas apakah PMN KAI Rp 4,1 triliun berpotensi ditolak? Dodok tak berani menjawabnya. "Kalau itu tanya Pak Rio (Direktur Jenderal Kekayaan Negara) ya," ucapnya.

Kebutuhan PMN KAI Mendesak

Sebelumnya Direktur Utama PT KAI (Persero) menyebut PMN harus segera cair supaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terselesaikan. Kebutuhannya sangat mendesak.

Didiek mengatakan jika PMN tidak segera cair maka penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan terlambat. Pasalnya kondisi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) semakin menipis.

"Apabila ini (PMN) tidak cair di 2022, maka penyelesaian kereta cepat ini akan terlambat juga," ungkap Didiek dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Rabu (6/7/2022).

"Karena cash flow dari KCIC itu akan bertahan mungkin sampai September, sehingga kalau ini belum turun maka cost overrun ini yang harapannya selesai Juni 2023 ini akan terancam mundur," tambahnya.

Uji Coba Kereta Cepat Saat G20 November

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum lama ini memamerkan desain dan progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ada 11 set kereta sudah selesai dibuat di China dan sedang dikirim ke Jawa Barat.

"11 set lokomotif dan gerbongnya sudah selesai di pabriknya di Qingdao Tiongkok. Sedang OTW menuju Jawa Barat," tulis pria yang akrab disapa Kang Emil di Instagram.

Uji coba operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan pada pertemuan G20 pada November 2022. Selanjutnya dilakukan berbagai tes sebelum beroperasi penuh pada Juni 2023.

"Uji coba 1 set saat summit G20 di November, dan kemudian berbagai tes dilakukan setelahnya sampai nanti saat dioperasikan penuh di Juni 2023," lanjut Kang Emil.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT