HK Gandeng Polda Riau Jamin Keamanan di Tol Pekanbaru-Dumai

ADVERTISEMENT

HK Gandeng Polda Riau Jamin Keamanan di Tol Pekanbaru-Dumai

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2022 15:41 WIB
Jalan tol pertama di Provinsi Riau yakni Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru-Dumai sudah rampung dan diresmikan Jokowi. Yuk, lihat lebih dekat penampakannya.
Foto: Dok. Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran di Jalan Tol yang berada di wilayah Provinsi Riau. Baik di jalan tol yang sudah beroperasi, yakni di Tol Pekanbaru-Dumai, maupun yang akan beroperasi setelah rampung nantinya yakni Tol Pekanbaru - Bangkinang, Tol Pekanbaru - Pangkalan dan Tol Bangkinang - Pangkalan.

Diketahui, penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Polisi Muhammad Iqbal di Bertuah Hall, Hotel Pangeran, Rabu (24/8) kemarin.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro berharap kolaborasi kedua pihak dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengguna tol. Sehingga pengguna jalan dapat merasa aman dan nyaman selama melintas di jalan tol.

"Semoga dengan perjanjian ini, proses pembangunan dan pengoperasian nanti dapat dikawal keamanannya dan memastikan bahwa pengguna jalan dapat berkendara dengan tertib dan Selamat Sampai Tujuan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Lebih lanjut, Koentjoro menjelaskan sesuai mandat pemerintah terkait penugasan mega proyek JTTS, hingga akhir juli 2022 telah terbangun sepanjang 716 Km dan dioperasikan sepanjang 530 Km yang terbentang dari Provinsi Lampung hingga Aceh.

Sementara untuk Provinsi Riau, saat ini telah dioperasikan Ruas Pekanbaru - Dumai sepanjang 131 Km, Ruas Pekanbaru - Bangkinang yang sudah selesai pembangunannya dan akan segera diresmikan, serta ruas Bangkinang-Pangkalan yang sedang dalam tahapan konstruksi dan diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan tahun depan.

"Secara keseluruhan, Provinsi Riau nantinya akan memiliki hampir 200 Km jalan tol. Dengan jumlah yang cukup panjang tersebut, kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada di Provinsi Riau seperti dari Pemprov, Kepolisian Daerah Riau, Kodam, maupun pihak-pihak lainnya agar keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan yang akan memanfaatkan jalan tol dapat lebih terjamin," terangnya.

Di sisi lain, Koentjoro juga mengingatkan masyarakat agar menaati tata tertib berkendara di jalan tol, mengingat akan dilakukan penegakan hukum oleh pihak kepolisian bagi para pelanggar tata tertib.

"Satu yang pasti, kita harus setuju untuk taat pada tata tertib yang berlaku di jalan tol dan selalu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu," katanya.

Misalnya saja dengan menggunakan satu kartu Uang Elektronik (UE) hanya untuk satu kendaraan serta memastikan kecukupan saldo UE sebelum memasuki gerbang tol. Apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE, lanjut dia, dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE.

Selain itu, pengguna jalan tol diminta untuk memperhatikan kecepatan minimum dan maksimum sesuai yang dipersyaratkan, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat. Segera beristirahat apabila merasa mengantuk di rest area terdekat. Apabila mengalami atau melihat tindak kejahatan, segera melapor ke Call Centre masing-masing cabang tol.

Sementara itu, Kapolda Riau, Irjen Pol. Muhammad Iqbal menyambut baik kerja sama dengan Hutama Karya. Menurutnya ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Iqbal mengatakan jajaran Polda Riau siap berupaya maksimal dalam melakukan langkah preventif serta preventif 'strike' untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat di ruas tol yang berada di Provinsi Riau.

"Kami berharap ke depannya seluruh layanan masyarakat terlepas dari hal yang tidak diinginkan seperti kemacetan, kecelakaan dan hal hal lainnya. Nantinya setelah perjanjian ini, kami akan mendorong aksi kolaboratif ini untuk mulai melakukan langkah konkret untuk membentuk patroli bersama, membentuk pos strategis guna mengembangkan layanan terbaik bagi pengguna jalan tol," ungkapnya.

(akd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT