ADVERTISEMENT

Bandara Gudang Garam Ditarget Operasi 2023, Bisa Layani Umrah & Haji

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 15:58 WIB
Bandara Kediri
Foto: Ilustrasi Bandara Kediri (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur akan menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan pembiayaan swasta murni tanpa menggunakan APBN. Kerja Sama Operasi (KSO) bandara ini dilakukan PT Surya Dhoho Investama, anak usaha dari PT Gudang Garam Tbk bersama PT Angkasa Pura I (Persero).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Dhoho Kediri akan memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter. Oleh karena itu nantinya bisa digunakan sebagai penerbangan komersial, keberangkatan jamaah umrah dan haji.

"Dari Garuda, dari Batik sudah melirik 'boleh nggak saya ke sana' boleh. Jadi umrah dan haji memang kita berikan kesempatan kepada tempat itu," kata Budi Karya dalam acara penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pembangunan Bandara Kediri yang dilihat virtual, Rabu (7/9/2022).

Dengan begitu, Budi Karya menyebut penerbangan haji dan umrah dari Kediri dan sekitarnya tidak perlu harus jauh-jauh lagi ke Surabaya atau Jakarta terlebih dahulu.

"Kita tahu Kediri dan sekitarnya banyak sekali saudara kita ingin umrah dan tidak perlu jauh ke Surabaya maupun ke Jakarta," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi PT Surya Dhoho Investama yang berinisiatif membangun bandara baru. Apresiasi juga disampaikan kepada Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan instansi terkait yang telah mendukung kelancaran proses terkait percepatan pembangunan bandara.

"Alhamdulillah pembebasan lahan sudah terselesaikan dan saat ini pembangunannya sudah berjalan dengan baik," tuturnya.

Berdasarkan hasil pengadaan yang telah dilakukan, KSO antara PT Suryo Dhaha Investama dan Angkasa Pura I telah dinyatakan sebagai pemenang dengan durasi waktu kerja sama yaitu 50 tahun sejak bandara mulai dioperasikan.

Total nilai investasi mencapai Rp 10,8 triliun dengan rincian Rp 6,6 triliun pada tahap I; Rp 1,2 triliun pada tahap II; dan Rp 3 triliun pada tahap III. Kapasitas penumpang bandara untuk Tahap I mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, tahap II 4,5 juta penumpang per tahun dan tahap III 10 juta penumpang per tahun.

Bandara ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2023. Bandara diproyeksikan mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) sejenis Boeing 777-300ER.

Presiden Direktur PT Suryo Dhaha Investama yang juga sebagai Direktur Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya sebagai pemrakarsa proyek KPBU unsolicited Bandara Kediri.

"Kami juga sampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan Bupati Kediri yang telah membantu kelancaran pembangunan bandara ini. Semoga kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Jawa," ujarnya.

Simak juga Video: Penanaman 5 Ribu Pohon di Bandara YIA untuk Antisipasi Bencana

[Gambas:Video 20detik]




(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT