ADVERTISEMENT

Bank Lirik Kredit Alat Berat, Tanda Infrastruktur Ngebut Lagi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Sep 2022 15:28 WIB
Investasi Alat Berat
Foto: Investasi Alat Berat (Istimewa)
Jakarta -

PT Bank JTrust Indonesia, Tbk (J Trust Bank) melakukan kesepatakan kerja sama dengan PT Kobexindo Tractors Tbk pada Jumat, 16 September 2022 bertempat di The 20th International Mining & Mineral Recovery Exhibition, Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta.

Selain itu J Trust Bank juga melakukan penandatangan Perjanjian Kredit Investasi Alat Berat dengan PT Chandra Sakti Utama dan PT Hasnur Riung Sinergi pada 16 September 2022 dan 19 September 2022 bertempat di Sahid Sudirman Center, Jakarta.

"Per Agustus 2022 segmen Commercial & Small Medium Enterprise (CSME) J Trust Bank kembali menjadi kontributor utama penyumbang pertumbuhan bisnis kami. Segmen CSME tumbuh sebesar Rp1.62 triliun atau melaju 32% dari posisi Desember 2021. Meningkatnya portofolio kredit ini khususnya terjadi di sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan," jelas Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai.

"Kami telah merancang strategi agar di tahun 2023 segmen konsumer, alat berat (asset based finance), dan Japan Korean Desk dapat memberikan kontribusi dan tumbuh lebih optimal dibanding tahun 2022," sambung Ritsuo.

J Trust Bank merilis laporan keuangan triwulan Juni 2022 di mana Bank meraih laba bersih sebesar Rp15,72 miliar dibandingkan rugi bersih Rp295,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit - bruto sebesar 52,57% menjadi Rp15,28 triliun serta pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 26,57% menjadi Rp20,18 triliun pada posisi Juni 2022 dibandingkan Desember 2021.

Peningkatan kinerja Bank tersebut terjadi seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional di mana ekspansi kredit secara selektif yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pertumbuhan dana pihak ketiga terutama dana murah, mendorong peningkatan pendapatan bunga sebesar 52,22% menjadi Rp723,66 miliar serta penurunan beban bunga sebesar 3,29% menjadi Rp 450,03 miliar.


Posisi permodalan Bank pada Agustus 2022 semakin kuat di mana modal inti Perseroan tercatat sebesar Rp2,66 triliun atau di atas ketentuan modal inti minimum Rp2 triliun.

"J Trust Bank berkomitmen untuk melakukan pemenuhan modal inti minimum Bank paling sedikit sebesar Rp3 triliun sebelum 31 Desember 2022," tutup Ritsuo.

Dengan kondisi fundamental yang kuat, hal ini akan mendukung Bank dalam menghadapi ketidakpastian serta memanfaatkan peluang pertumbuhan bisnis untuk terus meningkatkan kinerja yang semakin baik ke depannya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT