ADVERTISEMENT

Jokowi Siapkan Rp 392 T buat Bangun Jalan hingga Bandara Baru

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Sep 2022 20:11 WIB
Beberapa proyek jalan tol sudah selesai pembangunannya. Mulai dari tol Cisumdawu hingga tol Becakayu rencananya akan dibuka untuk umum dalam waktu dekat.
Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2023 anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp 392,02 triliun. Anggaran itu untuk membangun jalan, pipa gas, hingga bandara.

"Infrastruktur tetap menjadi salah satu bidang prioritas dan ini akan mendapatkan bagian anggaran Rp 392,02 triliun.," ungkap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata dalam rapat panja Badan Anggaran DPR RI, Selasa (20/9/2022).

Anggaran itu pertama untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nantinya untuk mengebut pembangunan jalan baru 489,09 kilometer (km) dan 49 km jalan bebas hambatan.

Kemudian, membangun 10.372 meter jembatan baru, 3.511 unit rumah susun baru, dan 3.361 unit rumah khusus baru. Termasuk juga pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan kapasitas 1.799 liter per detik.

Lebih lanjut, untuk pembangunan 23 unit bendungan, di mana 13 di antaranya akan diselesaikan tahun depan, dan pembangunan baru sebanyak 7 unit bendungan. Lalu pembangunan dan rehabilitasi masing-masing sebesar 6.900 hektar dan 98.700 hektar jaringan irigasi.

Anggaran juga untuk, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan dilakukan pembangunan 6.724 km jalur kereta, 6 lokasi bandara baru, dan 8 pelabuhan penyeberangan baru.

Sementara infrastruktur, Kementerian ESDM anggaran akan digunakan untuk mendistribusikan konverter kit BBM ke BBG kepada petani dan nelayan sebanyak 43.560 unit.

Lalu untuk melanjutkan pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang tahap I yaitu ruas Semarang-Batang dengan panjang 62,4 km dan akan disusul tahap II. Serta untuk pembangunan PLTS rooftop sebanyak 144 unit.

Anggaran untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan digital, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Terdiri dari pembangunan BTS last mile baru di 332 lokasi, penyediaan 9.755 titik akses internet baru, penyediaan kapasitas satelit sebesar 37 gbps, dan pembangunan data center nasional di 2 lokasi.

Lalu, anggaran infrastruktur untuk Kementerian Pertanian akan dilakukan pembangunan jaringan irigasi tersier untuk 3.213 hektar lahan, embung pertanian sebanyak 391 unit, dan optimalisasi lahan sebanyak 521 km persegi.

(ada/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT