ADVERTISEMENT

Biaya Investasi Tol Pekanbaru-Bangkinang Rp 3,4 T, Kapan Beroperasi?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 10:58 WIB
Tol Pekanbaru-Bangkinang
Tol Pekanbaru-Bangkinang Telan Biaya Rp 3,4 T, Kapan Beroperasi?/Foto: Hutama Karya
Jakarta -

Proyek Tol Pekanbaru-Bangkinang besutan PT Hutama Karya (Persero) nyaris rampung 100%. Proyek yang menelan biaya investasi Rp 3,4 triliun ini akan menghubungkan dua daerah dengan waktu tempuh lebih singkat.

Project Director Tol Pekanbaru-Bangkinang Bambang Eko mengatakan proyek jalan tol ini diharapkan meningkatkan konektivitas antar daerah. Pasalnya, akses tol ini memang dibutuhkan karena merupakan bagian dari jalan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang.

"Jadi jalan tol ini kita harap bisa digunakan untuk semua, baik (kebutuhan) logistik, perpindahan barang dan jasa, kemudian orang bisa lewat sini," ujar Bambang kepada detikcom di Pekanbaru, Selasa (20/9/2022).

Bambang mengatakan sejauh ini Tol Pekanbaru-Bangkinang sudah siap dibuka untuk umum. Pihaknya masih menunggu proses peresmian dari pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Kita sedang menunggu pak, pengennya secepatnya, kita minta September (2022) ini bisa jalan untuk peresmiannya, " ungkapnya.

Menurutnya, Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang dari STA 0+000 hingga Gerbang Tol (GT) Bangkinang total memiliki panjang 40 Km. Adapun investasi proyek yang menjadi koridor pendukung atau sirip dari ruas tol Pekanbaru-Padang yang dikeluarkan Hutama Karya mencapai hingga Rp 3,4 T.

"Nilai investasinya (biaya yang dikeluarkan Hutama Karya untuk konstruksi proyek Tol Pekanbaru-Bangkinang di luar lahan) sekitar Rp 3,4 triliun, " jelasnya.

Namun, saat ini, kata dia, rencana operasional baru sepanjang 30,7 km lantaran sisa sekitar 9 Km dari STA 0+000 sampai STA 9+300 masih dalam proses pembebasan lahan.

"Statusnya sedang dalam proses. Artinya kita sudah melakukan pekerjaan 3 Km, tinggal yang sisa 6 Km adalah tanah kehutanan. Pembebasan lahan sekarang sudah sekitar 86%," jelas Bambang.

Dia menyebut proses land clearing bisa selesai pada Desember 2022. Namun, target waktu tersebut masih tentatif karena pihaknya terus mengikuti proses pembebasan lahan sisa yang cenderung sulit.

"Kebetulan di kehutanan itu ada tanah yang diakui masyarakat. Lalu masyarakat juga punya alat sah, kayak sertifikat. Sehingga harus dilepaskan dulu dari Kehutanan (KLHK) ke PUPR, nanti akan dilakukan APL (Area Peruntukan Lain)," bebernya.

Lihat video 'Jokowi Resmikan Tol Cibitung-Cilincing: Percepat Mobilitas Barang':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT