ADVERTISEMENT

Tersangkut Kasus Lapindo yang 17 Tahun Nggak Kelar, Segini Harta Keluarga Bakrie

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 14:43 WIB
Lumpur Lapindo
Foto: (Jasmine Pitaloka/d'Traveler)
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan soal kabar nasib dari korban lumpur Lapindo di Sidoarjo yang sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi akan bencana itu. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyinggung masalah tersebut belum selesai selama 16 tahun lamanya.

Perusahaan yang terlibat dalam semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo adalah PT Lapindo Minarak Jaya (LMJ). Pemerintah sendiri pada Maret 2007 telah memberikan dana talangan untuk ganti rugi bencana Lumpur Lapindo melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007.

Mengingat banyaknya masalah perusahaan Bakrie di tanah air dan belum selesai. Gurita usaha Bakrie juga banyak. Usaha keluarga Bakrie sempat merajai Tanah Air. Tetapi setelah terjadi krisis ekonomi di 2008, hampir seluruh kinerja korporasi di seluruh dunia melambat.

Pada 2008 gelar sebagai orang terkaya Indonesia tidak lagi disandang Aburizal Bakrie. Forbes mencatat kekayaan pria yang memiliki kerajaan bisnis Grup Bakrie ini, berkurang banyak dibanding 2007. Peringkat Aburizal Bakrie merosot dari nomor satu menjadi sembilan.

Kekayaan Bakrie menjadi hanya sebesar US$ 850 juta, turun drastis hingga 84% dari 2007 sebesar US$ 5,4 miliar dan jauh merosot dibanding 2006 yang sebesar US$ 1,2 miliar. Lalu pada 2009 kekayaan Bakrie meningkat kembali nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.

Pada 2010, kelompok usaha Bakrie Group mulai terlibat banyak masalah, mulai dari utang yang mulai menggunung sampai dengan repo saham alias gadai saham anak-anak usahanya.

Meski begitu, Bakrie Group sempat menjadi salah satu perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam catatan detikcom, dikutip Kamis (16/9/2021) pada 2010 silam, Bakrie Group mendominasi di perdagangan BEI.

Dalam perdagangan 1 Oktober 2010, aktivitas transaksi 7 saham Bakrie Group sangat tinggi. Volume transaksi 7 saham Bakrie yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) seluruhnya masuk dalam jajaran 20 top volume.

Untuk saat ini sendiri, i masih banyak perusahaan dari Bakrie Group yang bergerak, mulai dari dunia Batu Bara, Properti, Infrastruktur hingga Telekomunikasi dan Media. Belum bisa dipastikan berapa banyak kekayaan seluruh keluarga Bakrie dengan gurita bisnisnya yang masih bertebaran di tanah air.

Simak juga Video: Pemerintah Sebut Ganti Rugi yang Belum Dibayar Lapindo Rp 781 Miliar

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT