Daftar Infrastruktur yang Hidup Segan Mati Enggan, Habiskan Triliunan APBN

ADVERTISEMENT

Daftar Infrastruktur yang Hidup Segan Mati Enggan, Habiskan Triliunan APBN

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 24 Sep 2022 08:30 WIB
Sederet bandara dibangun di berbagai lokasi dengan kucuran uang APBN. Ironisnya, setelah selesai dibangun bandara itu malah jadi sepi bagaikan mati suri.
Infrastruktur yang Dibangun Mahal Tapi Sepi/Foto: Bima Bagaskara/detikcom
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar melakukan pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya. Dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, ada beberapa di antaranya yang jarang dimanfaatkan bahkan hingga akhirnya tak beroperasi, meski pembangunannya memakan triliunan rupiah.

Contoh infrastruktur tersebut ialah bandara. Ada sejumlah bandara kini mati suri karena sepi penumpang dan tidak beroperasi. Berdasarkan catatan detikcom, setidaknya ada 4 bandara yang kini sepi penumpang dan tidak beroperasi.

Berikut daftarnya.

1. JB Soedirman, Purbalingga

Melihat situs pembelian tiket pesawat, Bandara JB Soedirman saat ini terpantau tidak memiliki jadwal penerbangan lagi. Sebelumnya bandara ini digunakan maskapai Citilink dengan tujuan Jakarta-Purbalingga dan sebaliknya, namun belum lagi terlihat ada jadwal penerbangan ini pada platform penjualan tiket pesawat.

Wings Air juga sempat menggunakan bandara ini untuk penerbangan dari Pondok Cabe pada 5 Agustus 2022, namun rute penerbangan itu kembali ditutup pada 19 Agustus 2022 karena sepi penumpang.

Dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan, pembangunan Bandara JB Soedirman menelan anggaran Rp 350 miliar yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

2. Bandara Ngloram

Bandara ini diresmikan oleh Jokowi pada Desember 2021. Anggaran pembangunannya tercatat senilai Rp 80 miliar.

Alih-alih bandara ramai, saat ini justru tidak ada jadwal penerbangan ke dan dari Bandara yang berada di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

3. Bandara Wiriadinata

Bandara yang diresmikan pada Februari 2019 lalu ini mengeluarkan anggaran sebesar Rp 30-45 miliar. Sama seperti sebelumnya, bandara ini sempat tidak beroperasi karena sepi penumpang.

Baru pada Agustus 2022 maskapai penerbangan Susi Air membuka penerbangan dari bandara tersebut menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Meski begitu, penerbangan rute Tasikmalaya-Jakarta itu hanya bergantung pada permintaan penumpang.

4. Bandara Kertajati, Majalengka

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka dibangun dengan dana jumbo hingga Rp 2,6 triliun dan diresmikan 24 Mei 2018. Luas area bandara ini merupakan yang terbesar di Indonesia setelah Soekarno Hatta.

Sayangnya bandara ini berhenti melayani penerbangan reguler berjadwal pada Juli 2019 karena sepi penumpang. Kondisi sepi penumpang tersebut disebabkan akses ke bandara yang tidak memadai ditambah adanya pandemi COVID-19.

Bandara Kertajati diharapkan dalam waktu dekat dapat bergeliat dengan kembali dibukanya penerbangan komersial pada November 2022 mendatang. Bandara itu juga direncanakan bakal melayani penerbangan embarkasi dan debarkasi umrah.

"Dengan adanya penerbangan umrah ini diharapkan adanya penerbangan feeder dari daerah lain. Seperti Kalimantan-Kertajati-Jeddah, tentu ini membuat Kertajati lebih ramai," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

Infrastruktur selain bandara yang sepi pengguna di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT