Banjir Juga Terjang Jalan Tol! Ini 3 Ruas yang Jadi Korban

ADVERTISEMENT

Banjir Juga Terjang Jalan Tol! Ini 3 Ruas yang Jadi Korban

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Okt 2022 16:58 WIB
Banjir di Tol JORR TB Simatupang, Kamis (6/10/2022)
Foto: (Foto: Dok. TMC Polda Metro)
Jakarta -

Di tengah intensitas hujan yang tinggi di Jakarta dan sekitarnya, beberapa wilayah pemukiman pun sudah mulai terendam banjir.

Bahkan, banjir bukan saja merendam pemukiman, beberapa ruas jalan tol ternyata juga ikut jadi korban. Air merendam beberapa ruas tol dan membuat jalan tak bisa dilewati.

Dari catatan detikcom, berikut ini beberapa peristiwa jalan tol kebanjiran usai hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya:

1. Tol Pondok Aren-Serpong

Tol BSD atau jalan tol Pondok Aren-Serpong sudah dikenal sebagai jalan tol yang langganan banjir. Semenjak bulan September hingga awal Oktober ini saja sudah ada lebih dari 3 kali Tol BSD terendam banjir.

Terakhir, jalan tol yang membentang di kawasan Tangerang Selatan itu terendam banjir pada Kamis 6 Oktober yang lalu. Tol BSD terendam banjir hingga setinggi 40 centimeter.

Biang keroknya ada di KM 8, beberapa peristiwa banjir sebelumnya pun dimulai dari titik tersebut. Imbasnya, Kamis kemarin Tol BSD dari kedua arah tidak bisa dilintasi kendaraan.

"Informasi, sudah tidak bisa melintas kondisi saat ini, genangan air sudah cukup tinggi, kedua arahnya. Sudah 30-40 cm," kata petugas Jasa Marga, Ryan, saat dihubungi, Kamis (6/10/2022).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan PUPR mengakui kejadian banjir di Jalan Tol Pondok Aren-Serpong KM 8 menjadi yang cukup parah. Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengungkapkan banjir yang sering terjadi disebabkan oleh berkurangnya daerah penyerapan air di sekitar jalan tol.

Selain itu yang paling utama adalah adanya penyempitan kali Cibenda yang dilalui oleh jalan tol Pondok Aren-Serpong KM 8.

"Jadi kalau banjir di jalan tol itu kan penyebabnya salah satu atau dua duanya dari meluapnya sungai. Ini memang kita melihat kapasitas sungai kita yang dulu awalnya sekitar 9 meter, sekarang ini menjadi 4,5 meter saja. Ada upaya-upaya yang dilakukan, dilalah upaya-upaya ini justru makin mempersempit kapasitas sungai," jelas Hedy.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT