Bandara Soetta ke Jakarta International Stadium Pernah Jadi Opsi MRT Fase 4

ADVERTISEMENT

Bandara Soetta ke Jakarta International Stadium Pernah Jadi Opsi MRT Fase 4

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2022 08:23 WIB
Pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A terus dikebut, salah satunya pengerjaan paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI-Harmoni. Begini progres terkini proyek tersebut.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengajak Korea Selatan (Korsel) untuk berpartisipasi dalam membangun jaringan MRT Jakarta Fase 4. Selain itu, proyek pengembangan LRT Jakarta dan LRT Bali juga ditawarkan.

Tawaran ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) kepada delegasi Korea Selatan di sela-sela kegiatan 28th ASEAN Transport Minister Meeting Senin 17 Oktober 2022 kemarin di Bali.

"Kami sangat berharap Korea Selatan dapat berpartisipasi dalam pengembangan MRT Jakarta Fase 4 dan mengulang kerja sama baik yang pernah terjalin sebelumnya pada pengembangan LRT Jakarta fase pertama," sebut BKS di depan delegasi Negeri Gingseng tersebut.

Paralel dengan kegiatan 28th ASEAN Transport Minister Meeting di Bali, DJKA juga mengadakan rapat dengan K-Consorsium di Jakarta pada hari ini. K-Consorsium merupakan konsorsium buatan Korea Selatan yang dibuat untuk menindaklanjuti usulan pembangunan MRT Jakarta Fase 4.

Dalam rapat tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Risal Wasal menyampaikan bahwa MRT Jakarta Fase 4 akan dibangun dengan koridor timur-barat dan direncanakan akan diintegrasikan dengan koridor utara-selatan yang sudah lebih dulu dibangun.

Untuk MRT Fase 4 sebelumnya memang pernah ada opsi rute dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jakarta International Stadium. Namun, opsi rute yang dipilih adalah Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Ada setidaknya tiga usulan trase yang dikaji pada kajian awal MRT Jakarta Fase 4, yaitu opsi I dari Bandara Soekarno-Hatta sampai dengan Jakarta International Stadium, opsi II dari Pondok Gede sampai dengan Joglo, serta opsi III dari TMII sampai dengan Fatmawati," kata Risal.

Risal menjelaskan bahwa masing-masing usulan opsi lintas tersebut memiliki potensi dan kendalanya masing-masing. Kendati demikian, Risal menyampaikan bahwa telah dilakukan kajian awal untuk menyepakati opsi lintas yang akan ditawarkan kepada Korea Selatan.

"Berdasarkan kajian Multi-Criteria Analysis yang telah dilakukan, lintas yang paling memungkinkan untuk dibangun adalah lintas Fatmawati-TMII," tutur Risal.

Pasalnya, lintas Fatmawati-TMII memiliki hambatan paling sedikit dan melewati banyak pusat kegiatan masyarakat sehingga diharapkan dapat mengangkut lebih banyak orang dibandingkan opsi lintas lainnya.

Lebih lanjut Risal menyampaikan bahwa MRT Jakarta Fase 4 untuk lintas Fatmawati-TMII ini nantinya akan dibangun secara melayang dan bawah tanah.

"Koridor Fatmawati-TMII memiliki persentase jalan sempit sebanyak 31% sehingga jika dibangun secara melayang seutuhnya, akan memakan banyak sekali badan jalan," sambung Risal.

Baik dalam agenda 28th ASEAN Transport Minister Meeting di Bali maupun pada rapat yang digelar oleh DJKA di Jakarta, masing-masing perwakilan Korea Selatan menyampaikan antusiasmenya dalam berpartisipasi membangun infrastruktur di Indonesia.

Terlebih dengan pengalamannya membangun SDM dan infrastruktur pada proyek perkeretaapian di negaranya, delegasi Korea Selatan mengaku sangat optimis dapat menyelesaikan MRT Jakarta Fase 4 sesuai dengan target dan hasil yang maksimal.

(ang/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT