ADVERTISEMENT

3 Fakta Tol Kediri-Tulungagung Mau Dibangun Gudang Garam

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Nov 2022 18:01 WIB
Pekerja melakukan proses pembagunan akses keluar tol (ramp off) Becakayu di Pangkalan Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2022).
Ilustrasi Pembangunan Tol/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 kilometer (km) sedang dalam proses untuk dibangun. Proyek tersebut diprakarsai oleh perusahaan rokok Indonesia PT Gudang Garam Tbk.

Berikut tiga fakta Tol Kediri-Tulungagung mau dibangun Gudang Garam:

1. Mulai Dilelang

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan saat ini Tol Kediri-Tulungagung sedang melaksanakan prakualifikasi pelelangan. Selanjutnya rencana tahun depan akan dilakukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

"(Saat ini) proses lelang. Untuk tol Kediri-Tulung Agung rencana PPJT di kuartal IV tahun 2023," kata Danang kepada detikcom, Jumat (25/11/2022).

Nantinya setelah proses PPJT akan dilanjutkan dengan proses pendanaan, perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi. Dengan begitu untuk masa konstruksi masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Nilai investasi tol Kediri-Tulungagung mencapai Rp 10,25 triliun untuk 50 tahun masa konsesi. Lingkup proyek termasuk melakukan pendanaan dan pengadaan tanah, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan untuk keseluruhan jalan tol.

2. Sosialisasi ke Warga Terdampak

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah memberikan sosialisasi rencana pembangunan Tol Kediri-Tulungagung kepada 1.031 warga terdampak pada 31 Oktober 2022. Warga yang terdampak pembangunan tol berasal dari 2 kecamatan dan 8 kelurahan.

"Tersebar di dua kecamatan yakni kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota, pada delapan kelurahan yakni Kelurahan Semampir, Bujel, Sukorame, Pojok, Mrican, Gayam, Ngampel, dan Mojoroto," kata Abdullah dikutip dari situs Pemkot Kediri.

Abdullah menjelaskan sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi masyarakat terkait pembangunan Tol Kediri-Tulungagung yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Juga bisa memberikan pemahaman masyarakat tentang pembangunan tol ini.

3. Pengadaan Tanah

Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri-Tulungagung dari Kementerian PUPR, Zulfawandi mengatakan proses pengadaan tanah dalam proyek dilakukan secara empat tahap.

"Diawali tahap perencanaan yang sudah kita lalui. Kemudian tahap persiapan dimana salah satunya melalui sosialisasi hari ini. Lalu tahap berikutnya konsultasi publik dan tahap pelaksanaan yang akan melibatkan banyak stakeholder," jelasnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT