Stafsus Erick Thohir Buka-bukaan Kabar Suntik Mati Argo Parahyangan

ADVERTISEMENT

Stafsus Erick Thohir Buka-bukaan Kabar Suntik Mati Argo Parahyangan

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 04 Des 2022 06:02 WIB
KA Argo Parahyangan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga buka suara perihal isu menyangkut kabar KA Argo Parahyangan akan 'disuntik mati' saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi tahun depan.

Arya menjelaskan, sejauh ini proses di pemerintahan menyangkut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Sejauh ini masih pembahasan ya. Kan masih lama, masih bulan 7 (operasi KCJB). Jadi belum ada untuk men-stop dan sebagainya," ujar Arya, saat dihubungi detikcom, Sabtu (03/12/2022).

Kereta Cepat Lebih Praktis

Di sisi lain, Arya beranggapan, KCJB terbilang lebih praktis dibandingkan dengan KA Argo Parahyangan. Dalam hal ini, ia menyoroti waktu tempuh dan harga tiket dari KA kelas eksekutif dan luxury.

Arya pun mencoba membandingkan keduanya. Ia mengatakan, untuk tiket KA Argo Parahyangan Eksekutif biasa dibanderol seharga Rp 150-170 ribu dengan waktu tempuh 3 jam. Sementara untuk kelas luxury-nya, bisa mencapai Rp 400 ribu.

"Nah itu akan 3 jam. Ini kereta cepat Rp 250 ribu 30 menit," terang Arya, saat dihubungi detikcom, Sabtu (03/12/2022).

Sementara menyangkut persoalan terkait KCJB yang tidak sampai ke Kota Bandung, Arya menjelaskan, di Padalarang sendiri nantinya ada feeder atau angkutan yang terintegrasi khusus dengan kereta cepat.

Feeder ini nantinya akan langsung mengangkut penumpang menuju ke Kota Bandung, sehingga total waktu tempuh Jakarta-Bandung jadi sekitar 1 jam. Kemudian untuk tarifnya, kalau ditotal-total dengan tarif feeder, kisaran total tarifnya di Rp 250-300 ribu.

"Jadi silahkan saja dipertimbangkan ya. Coba kita lihat mana lebih kita pilih, yang Rp 150-170 ribu, 3 jam. Dengan yang Rp 250-300 ribu tapi satu jam. Coba bandingkan seperti itu, bagi orang-orang kelas menengah atas," katanya.

Atas dasar perhitungan itulah, menurutnya kereta cepat lebih praktis bagi orang-orang kelas menengah atas dari segi tarif dan waktu tempuh.

"Itu kan jadi pertimbangan-pertimbangan bagi penikmat kereta, apalagi kereta eksekutif itu Parahyangan dinikmati kan oleh kelas menengah atas," ujarnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT