'Dicangkok' Teknologi Canggih, Operasi LRT Jabodebek Terpaksa Molor ke 2023

ADVERTISEMENT

'Dicangkok' Teknologi Canggih, Operasi LRT Jabodebek Terpaksa Molor ke 2023

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 16:25 WIB
Infografis Tarif Jauh Dekat LRT Jabodebek
Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Operasional LRT Jabodebek mundur ke pertengahan tahun 2023. Padahal, operasi LRT Jabodebek rencananya sudah bisa dilakukan pada bulan Agustus 2022.

Mundurnya operasional LRT Jabodebek juga diakui oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Dia bilang salah satu yang membuat keterlambatan operasi LRT Jabodebek adalah uji coba software canggih yang membuat keteta ringan itu bisa berjalan secara otomatis tanpa masinis. Teknologi itu bakal diterapkan di LRT Jabodebek.

"Jadi LRT Jabodebek memang tertunda dari Agustus 2022 ke sekitar Juli 2023, sudah kami paparkan terkait sistem software GoA III, yaitu tanpa masinis. Ini tantangan besarnya, tapi ini jadi lompatan teknologi yang baik," ungkap pria yang akrab disapa Tiko itu dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (5/12/2022).


Di sisi lain, menurutnya saat semua sudah selesai, LRT Jabodebek bisa menjadi transportasi publik spesial. Pasalnya, proyek yang digarap 3 BUMN ini menggunakan teknologi canggih yang bisa jadi contoh.

"Semoga kalau ini selesai, ini jadi kebanggaan KAI, Inka, dan Adhi Karya yang berhasil bangun suatu sistem transportasi dengan teknologi terkini," ujar Tiko.

Di sisi lain, Tiko juga menyatakan di bulan Juli 2023 nanti operasi LRT Jabodebek bakal beriringan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung. Bahkan, ada satu stasiun yang terintegrasi dari dua moda transportasi tersebut.

"Kereta Cepat juga targetnya di bulan Juli 2023 akan beroperasi. Kemarin sudah disetujui dan PMN Rp 3,2 triliun sudah diproses cair akhir tahun. Ini bisa operasi simultan dengan LRT Jabodebek," ungkap Tiko.

Dari hasil pemantauan detikcom, pembangunan proyek LRT Jabodebek memang kian nyata. Hal tersebut dapat dilihat dari stasiun yang sudah berdiri kokoh serta beberapa fasilitas seperti Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).

Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), Farid Budiyanto menyatakan bahwa progres secara bangunan fisik hampir keseluruhan sudah selesai.

"Hal-hal finishing yang lagi diselesaikan, itu cepat sih. Kita lagi perapian-perapian, itu ada di beberapa titik yang dirapikan secara arsitektural," ucap Farid ketika dihubungi detikcom, Jum'at (2/12/2022).

Dia juga menambahkan bahwa terdapat beberapa stasiun LRT Jabodebek yang harus diintegrasikan dengan moda transportasi lain. Seperti di Cawang yang akan terintegrasi dengan TransJakarta, lalu di Dukuh Atas akan terintegrasi dengan moda KRL dan TransJakarta.

"Saat ini sedang uji mengintegrasikan antara infrastruktur yang kita bikin, rel, stasiun dengan kereta yang dioperasikan oleh PT KAI," ujar Farid.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT