Penyelesaian soal Bengkak Proyek Kereta Cepat Tak Kunjung Disepakati China

ADVERTISEMENT

Penyelesaian soal Bengkak Proyek Kereta Cepat Tak Kunjung Disepakati China

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2023 14:56 WIB
Penampakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk pertama kalinya diperlihatkan untuk umum. Penasaran?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pihak Indonesia dan China soal bengkak proyek atau cost overrun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Padahal, di sisi lain, pemerintah sudah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 3,2 triliun ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk menambal bengkak proyek kereta cepat. KAI sendiri merupakan pemegang saham PT KCIC yang menjadi badan usaha pelaksana kereta cepat Jakarta-Bandung.

GM Corporate Secretary PT KCIC Rahadian Ratry menyebutkan pembahasan cost overrun sudah memasuki tahap akhir antara Konsorsium Indonesia dan Konsorsium China.

Sementara untuk PMN, sampai saat ini belum diterima oleh pihaknya dan masih dalam proses penyaluran dari pemegang sahan Indonesia ke KCIC.

"Cost overrun dan PMN keduanya masih terus berproses. Meski begitu proses pembangunan dan kesiapan operasional KCJB masih terus berjalan," ujar Rahadian dalam keterangannya, Kamis (12/1/2023).

Dalam catatan detikcom, dari dua kali asersi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diputuskan bengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung US$ 1,4 miliar atau Rp 21,8 triliun (kurs Rp 15.600).

Namun di sisi lain, hitungan China justru sangat jauh lebih kecil jumlahnya. Bahkan, menyentuh US$ 1 miliar pun tidak. Bulan November lalu, Dwiyana mengungkapkan hitungan pihak China, cost overrun cuma mencapai US$ 980 juta atau sekitar Rp 15,2 triliun.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT