Tak Cuma Infrastruktur, Kementerian PUPR Juga Urusi Inflasi hingga Investasi

ADVERTISEMENT

Tak Cuma Infrastruktur, Kementerian PUPR Juga Urusi Inflasi hingga Investasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 17 Jan 2023 18:47 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui wartawan di Hotel Marriott, Sleman, Selasa (22/11/2022).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng)
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan tugas yang beragam. Bahkan kementeriannya juga mengurusi tugas yang berkaitan dengan inflasi, investasi, stunting, kemiskinan ekstrem hingga kota tematik.

Basuki pun menjabarkan beberapa hal yang sangat terkait dengan tugas Kementerian PUPR. Misalnya inflasi yang disebabkan oleh harga beras.

Harga beras sendiri sangat berkaitan dengan produksi pertanian. Sementara itu produksi pertanian erat kaitannya dengan ketersediaan air. Nah hal itu yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

"Tanah, pupuk, bibit, petani dan air. Walaupun ada empat itu kalau nggak ada air, nggak jalan. Walaupun cuma 18% dari produksi. Kemudian dari 61 bendungan sudah diresmikan 38 bendungan di Indonesia dengan luas lahan pertanian baru irigasi baru targetnya 1 juta hektar ini sudah tercapai 255 pada 2022 saja 255 ribu hektar," ujar dia dalam acara Forkopimda, Selasa (17/1/2023).

Tak hanya itu, lanjut Basuki, Kementerian PUPR juga ditugaskan dengan Kementerian Pertanian untuk membuka food estate di Kalimantan Tengah. "Sudah panen di lahan 1 juta hektar. 4,8 ton per hektar di tanah rawa," imbuh dia.

Pengembangan embung pangan ini juga begitu masif. Pemerintah juga mengembangkan shorgum di Sumba Timur. Lalu di Belu dan Papua untuk pembukaan food estate jagung. Semua itu dilakukan demi memperkuat ketahanan dan untuk mengatasi krisis pangan.

Untuk urusan investasi, Kementerian PUPR juga turun tangan. Ketersediaan infrastruktur menjadi hal yang penting untuk menggaet investor. Nah untuk pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR yang berada di depan.

Kini sudah dibangun 1.850 km jalan tol. Pada 2024 akan dibangun 2.700 km. Basuki menargetkan bisa membangun Transjawa hingga Banyuwangi. Kemudian tol Sumatera sampai Jambi.

"Di Exit itu kebutuhan PLN meningkat. Artinya geliat ekonomi sudah bisa dilihat distribusi tidak hanya untuk inflasi tapi juga investasi sepanjang jalan tol," ujar dia.

Basuki melanjutkan, Kementerian PUPR juga mendapat tugas untuk membangun jalan tol di kawasan industri terpadu Batang di Jawa Tengah. Dengan adanya semua fasilitas, maka investor hanya perlu membawa uang dan teknologi.

"Pak Bahlil, saya siapkan sarananya Anda regulasinya. Ini pengalaman dari arahan bapak presiden 33 industri yang hengkang dari China tak ada 1 pun yang mampir ke Indonesia. Coba dipelajari. Ternyata tidak ada setahun sudah sold out semua, sudah terjual," imbuh dia.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT