MRT Fase 3 & 4 Mau Dibangun Tahun Depan, Total Biaya Rp 180 T

ADVERTISEMENT

MRT Fase 3 & 4 Mau Dibangun Tahun Depan, Total Biaya Rp 180 T

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2023 21:45 WIB
Proyek MRT Fase II segmen CP201 rute Thamrin-Monas terus dikebut. Saat ini mesin bor bawah tanah telah berhasil membangun terowongan sepanjang 75 meter.
Ilustrasi proyek MRT/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Proyek MRT fase 3 dan 4 ditargetkan mulai dibangun pada 2024. Untuk fase 4, terbentang dari Fatmawati hingga Kampung Rambutan, ada 10 stasiun dengan panjang lintasan hingga 10,9 km yang berada di bawah tanah atau fully underground.

Kebutuhan biaya fase 4 kurang lebih Rp 17 triliun- Rp 20 triliun. Namun, khusus untuk Fase 4, rencananya akan dilakukan dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), sehingga anggaran yang dikeluarkan tidak semuanya dari pemerintah.

Investor proyek MRT fase 4 belum ditentukan lantaran masih dilakukan open bidding. Namun, ada badan usaha dari Korea Selatan yang berminat dan telah memeganng Memorandum of Intent (MoI).

"Kebetulan, ada prestudy yang dilakukan oleh salah satu mitra dari Korea. Jadi dia punya inisiatif untuk melakukan prestudy untuk route itu kemudian disubmit, dipropose ke Kemenhub. Nah, atas dasar itu dibuat satu MoI, Memorandum of Intent. Artinya MoI ini memiliki arti keseriusan dari mereka untuk join di kerja sama itu," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dalam Forum Jurnalis di Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2023).

Selain itu, pembangunan fase 3 atau East-West Line juga ditargetkan pada 2024. Saat ini, untuk Fase 3 masih dalam tahap kajian basic engineering design oleh Kementerian Perhubungan. Nantinya akan ada sekitar 49 stasiun yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 84,102 km.

"Target kita, groundbreaking itu bisa dilakukan di momen saat sudah financial closing, itu bisa dilakukan harapan kita di 2024. Itu adalah tonggak untuk bisa melakukan proyek ini go," katanya.

Tuhiyat memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur MRT Fase 3 sebesar Rp 160 triliun. Untuk investornya sendiri berasal dari Jepang lantaran masih terikat oleh Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani saat acara G20 oleh Menteri Perhubungan Indonesia, PJ Gubernur DKI Jakarta, dan Menteri Transportasi dari Jepang beberapa waktu lalu.

"Jadi MoU itu yang kita jadikan acuan sehingga ada kemungkinan besar investor kita dilanjutkan dengan skema JICA dari Jepang," tuturnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT