Pembangunan MRT Fatmawati-Kampung Rambutan Ditargetkan 2024

ADVERTISEMENT

Pembangunan MRT Fatmawati-Kampung Rambutan Ditargetkan 2024

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2023 09:00 WIB
Potret pekerja di Depo MRT Lebak Bulus saat memeriksa kondisi kereta Turangga yang melayani rute Lebak Bulus-Bunderan HI.
Foto: Almadinah Putri Brilian
Jakarta -

PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana untuk membangun jalur MRT Fase 4 (Fatmawati-Kp. Rambutan) pada 2024 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.

"Ini sama juga kita targetkan groundbreakingnya 2024, terlepas masalah itu financial close atau bukan tapi 2024 harus sudah groundbreaking," tuturnya dalam Forum Jurnalis di Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2023).

Hingga saat ini, Fase 4 sendiri masih dilakukan evaluasi kelayakan oleh pemerintah daerah. Nantinya akan ada 10 stasiun yang terbentang dari Fatmawati hingga Kampung Rambutan dengan lintasan kurang lebih sepanjang 10,9 km. Seluruh lintasan tersebut akan berada di bawah tanah atau fully underground.

Pada Fase 4 ini, total anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 17-20 triliun. Namun, khusus untuk Fase 4, rencananya akan dilakukan dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), sehingga anggaran yang dikeluarkan tidak semuanya dari pemerintah.

Untuk di Fase 4 ini Tuhiyat belum menetapkan investornya lantaran masih dilakukan open bidding. Namun, ia menuturkan bahwa saat ini salah satu badan usaha dari Korea Selatan menjadi prioritas untuk bekerja sama karena mereka telah memiliki Memorandum of Intent (MoI).

"Kebetulan, ada prestudy yang dilakukan oleh salah satu mitra dari Korea. Jadi dia punya inisiatif untuk melakukan prestudy untuk route itu kemudian disubmit, dipropose ke Kemenhub. Nah, atas dasar itu dibuat satu MoI, Memorandum of Intent. Artinya MoI ini memiliki arti keseriusan dari mereka untuk join di kerja sama itu," tuturnya.

Sebagai informasi, pembangunan Fase 3 atau East-West Line juga ditargetkan pada 2024. Saat ini, untuk Fase 3 masih dalam tahap kajian basic engineering design oleh Kementerian Perhubungan. Nantinya akan ada sekitar 49 stasiun yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 84,102 km.

"Target kita, groundbreaking itu bisa dilakukan di momen saat sudah financial closing, itu bisa dilakukan harapan kita di 2024. Itu adalah tonggak untuk bisa melakukan proyek ini go," katanya.

Lebih lanjut, Tuhiyat memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur MRT Fase 3 sebesar Rp 160 triliun. Untuk investornya sendiri berasal dari Jepang lantaran masih terikat oleh Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani saat acara G20 oleh Menteri Perhubungan Indonesia, PJ Gubernur DKI Jakarta, dan Menteri Transportasi dari Jepang beberapa waktu lalu.

"Jadi MoU itu yang kita jadikan acuan sehingga ada kemungkinan besar investor kita dilanjutkan dengan skema JICA dari Jepang," tuturnya.

Lihat juga video saat 'MRT Mulai Bangun Infrastruktur Stasiun Harmoni-Mangga Besar':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT